Nama organisasi ini adalah PMII yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Pergerakan organisasi ini lahir pada tanggal 17 April 1960 di surabaya kota perjuangan. PMII adalah organisasi eksternal mahasiswa yang berlandaskan ahlusunnah wal jama'ah. Penekanan landasan pergerakan PMII lebih kepada kaum masyarakat, mahasiswa, dan mereka yang selalu tertindas.
Tuesday, 22 December 2015
PEMBELAJARA POLITIK PRAGTIS LEWAT KAMPUS
Sangat sulit menjalani proses pembalajaran seorang insan dalam mencapai suatu kesuksesan dalam meraih kejayaan. Hal itu dimulai dari awal kita memiliki suatu pendidikan sejak awal. Tahapan proses tersebut tidak lah mudah, dimulai dari kita mengerti, hingga kita menjadi paham akan pengetahuan yang kita dapat. Tentunya itu tidaklah mudah, banyak rintangan yang menghadapi. Jatuh bangun perjuangan seorang insan ilahi tentang pengalaman hidup sangatlah pahit dan manis. Tentunya itu semua disokong oleh sahabat yang kita punya dalam memotivasi diri kita.
Politik adalah hal yang tak lazim kita dengar setiap hari. Mulai dari pemberitaan di media elektronik dan tulis. Banyak kita
Politik adalah hal yang tak lazim kita dengar setiap hari. Mulai dari pemberitaan di media elektronik dan tulis. Banyak kita
Monday, 21 December 2015
SELAMAT HARI IBU
IBU PENUNTUN JALAN HIDUPKU PADA NIRVANA
Ibu merupakan anugrah yang pernah tuhan persembahkan kepada kita semua. melalui kasih sayangnya beliau memeluk kegundahan dan tangisan kita. ibu menjalani segalanya dengan kita meskipun beliau memarahi kita beliau sangat menyanyangi kita. lewat do'anya beliau kita bisa sampai saat ini. lewat sentuhan tangan kasar manisnya beliau membuat cara kita berprilaku sampai sekarang ini. #Selamat Hari IBU
Sunday, 20 December 2015
MEMBANGUN IDEOLOGI DIRI LEWAT ORGANISASI EKSTRA (OMEK)
MEMBANGUN IDEOLOGI DIRI LEWAT ORGANISASI EKSTRA (OMEK)
![]() |
| sumber : google image organ ekstra mahasiswa kampus |
Banyak dari kita mahasiswa tidak mengerti arti penting kondisi negara kita ini. mereka hanya bersifat mengkritisi sesuai keinginannya tanpa ada tindakan dan solutif dari permasalahan yang ada. enggannya mereka mempelajari wacana secara general terkait landasan ideologi dari setiap filsafat yang telah tercipta. mereka memiliki argumen yang rasionalan dalam melakukan ke apatismean dalam bertindak. mereka arogan dalam bersikap sosial sesama makhluk sosial dalam hubungan sosial yang ada, kurang luasnya wacana yang meraka dapat dalam mengisi waktu luang mereka, dan lemahnya mereka menentukan jati diri mereka dalam bersikap. kita lihat sama-sama prioritas mereka melanjutkan pada tahap pendidikan tertinggi setelah SMA adalah hanya untuk mengisi waktu luang tanpa merubah sikap dan prilaku mereka dalam bertindak. mereka tidak paham apa itu solusi, mereka tidak paham bagiamana seharusnya bersikap, mereka tidak paham seperti apa permasalahannya. Mereka hanya memikirkan bagaimana cara mereka harus lulus tepat waktu dengan IPK yang tinggi dan akan diperbudak oleh sistem yang ada. apakah mereka tidak sadar bahwa mereka telah tertindas dan terbodohi ?
MARITIM KAYA NUSANTARA BERWARNA
MARITIM KAYA NUSANTARA
BERWARNA
Oleh : Zharfani Faza Firdausa
![]() |
Saturday, 19 December 2015
Friday, 11 December 2015
Thursday, 10 December 2015
Wednesday, 9 December 2015
UNICEF Indonesia: Kisah Dewi: Rumah Pelacuran di Papua
UNICEF Indonesia: Kisah Dewi: Rumah Pelacuran di Papua: Oleh Nick Baker, Communication and Knowledge Management Officer Dewi tinggal dan bekerja di lokalisasi Timika. ©UNICEF Indonesia/2015/Ni...
Thursday, 3 December 2015
REFORMASI SISTEM PEMERINTAHAN CHINA DARI FEODAL MENJADI REPUBLIK
Republik
Rakyat China adalah sebuah negara komunis yang terdiri dari hampir seluruh
kebudayaan, sejarah dan geografis yang dikenal sebagai China. Sejak
didirikan pada tahun 1949, RRC telah dipimpin oleh Partai Komunis China (PKC).
Walupun seringkali dilihat sebagai negara yang berhaluan komunis, kebanyakan
sektor ekonomi China telah diswastakan sejak tiga dasawarsa yang lalu. Walau
bagaimanapun, pemerintah masih mengawasi ekonominya secara politik terutama
dengan perusahaan-perusahaan milik pemerintah dan sektor perbankan. Secara
politik, China masih tetap menjadi pemerintahan satu partai. Dalam menangani
permasalahan, cara sentralistik didalam republik china ini masih berlaku secara
mendasar. Perubahan yang terjadi dalam lingkup pemerintahan lebih tepatnya
tentang penanaman sifat ideologis dalam pemerintahannya yakni ideologis
sosialis-komunis. Dalam upaya negara menjadi kewajiban negara untuk
mensejahterakan rakyatnya. Meskipun bersifat diktator pemerintah china tidak
kurangnya penekanan suatu aspek dari sistem berdemokrasi karena pada dasarnya
negara china adalah republik.
Sunday, 15 November 2015
BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA NUANSA PANTAI SENDIKI DAN BATU BENGKUNG
BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA
NUANSA PANTAI SENDIKI DAN BATU
BENGKUNG
Indonesia tanah air ku merah darah
ku, putih tulangku. Satu rasa dalam persatuan alam yang indah pada kenikmatan negeri
ku tercinta. Berapa banyak yang telah dirimu berikan atas ke-eksotisan lekuk
indah pinggiran mu. Masalah memang membuat kita terpisah atas kepentingan dan
egoisme kita masing-masing tetapi kita satu adanya dalam kebersamaan
kesenangan. Jadikan ini langkah maju untuk kekeluargaan tanpa kecanggungan
diri.
Sedikit cerita dari pengalaman yang
tak memiliki momen untuk diabadikan dalam suatu bingkai frame cerita anak cucu
kita. Dari berbagai tempat yang telah kami kunjungi dalam kepengurusan
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Fakultas Ilmu Administrasi
Komisariat Brawijaya (PMII RAFIA KOBRA) mengusir penat dalam memikul beban
organisasi pengkaderan tersebut membuat kita bersemangat dalam melakukan kembali
aktivitas yang telah kami tinggalkan sehari. Kali ini tempat itu (Pengusir
penat) berbeda dari sebelumnya, ya inilah pantai sendiki yang terletak di
kabupaten malang dan pantai betu bekong yang berada di sebelah barat pantai
bajul mati kabupaten malang. Cerita kali ini berbeda dan lebih berkesan luar
biasa mengingat jumlah kita sudah berbeda dan jauh lebih besar dari tahun
sebelumnya. Inilah perjalanan kita segenap pengurus dan pendamping RAFIA KOBRA
dalam menikmati pesona alam indonesia.
Tuesday, 10 November 2015
Sejarah Perkembangan Disipin Ilmu Hubungan Internasional
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu hubungan internasional adalah
satu disiplin ilmu yang relatif masih baru. Pertumbuhannya sebagai disiplin
ilmu tersendiri dimulai sejak akhir Perang Dunia I (PD I), dan selanjutnya
perkembangannya sangat pesat sejak akhir Perang Dunia II (PD II) dengan
munculnya kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika
Serikat dan Uni Soviet dalam pertarungan politik dunia. Kajian hubungan
internasional menjadi sangat menarik perhatian
masyarakat dunia terutama negara-negara besar ketika
itu karena pengalaman mereka sejak sebelum PD II hingga berakhirnya peranag
tersebut menyisakan beberapa pertanyaan mendasar bagi mereka. Diantara
pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagaimana mereka menentukan kebijakan kedepan
terutama dalam menghadapi pola perimbangan kekuatan dunia? Apa dasar utama bagi
mereka menentukan kebijakan terhadap negara-negara lain? Bagaimana menentukan
dasar kebijakan tersebut?
Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan
tersebut muncul pemikiran tentang perlunya mengkaji secara sungguh-sungguh
tentang berbagai faktor yang dapat digunakan oleh negara sebagai dasar bagi
pengambilan kebijakan dalam mengahadapi perkembangan dunia yang begitu cepat
berubah. Pemerintah Amerika Serikat disinyalir merupakan pihak yang pertama
mendorong kajian-kajian hubungan internasional secara lebih mendalam dan khusus
terutama untuk keperluan pemerintah Amerika sendiri. Sejak saat itu
kajian-kajian hubungan internasional dikaji didalam departemen atau jurusan
tersendiri dibawah payung bidang politik atau fakultas ilmu politik. Hal ini
berbeda dengan perkembangan sebelumnya, masalah hubungan internasional hanya
dikaji dalam bentuk mata kuliah yang terpisah-pisah di berbagai fakultas atau
jurusan. Perkembangan terakhir ini telah menampilkan kajian hubungan
internasional secara lebih terpusat dan menyeluruh.
Analisa Dangkal Tentang Fokus Gerakan PMII Komisariat Brawijaya
Sudah lebih dari dua
setengah dekade PMII Komisariat Brawijaya (KOBRA) eksis dan mengalami pasang
surut pergerakan. Banyak sudah pencapaian yang diukir, baik di bidang akademis
(juara LKTI, Finalis PIMNAS, Penerima beasiswa S2, dan sejenisnya) maupun di
bidang sosial (advokasi masyarakat bawah, KOBRA mengajar, dan sejenisnya). Kesuksesan
dalam lingkup politik kampus pun pernah mengalami masa-masa indah, dimana para
kader dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dan meneguhkan eksistensi PMII di
dalam kampus.
Pencapaian tersebut
tentunya bergantung kepada strategi dan manajemen organisasi KOBRA yang
dirancang secara komprehensif guna mencapai fokus gerakan yang diharapkan.
Setiap masa kepengurusan mempunyai fokus gerakan yang berbeda –beda,
dikarenakan pola pikir kader dan juga kebutuhan organisasi yang tentunya
berbeda pada setiap masa. Namun, fokus gerakan PMII KOBRA dari tahun ke tahun
dapat dianalisis dan dikategorikan secara umum ke dalam empat fokus yaitu. Peningkatan Kuantitas Kader, Peningkatan
Kualitas Kader, Manajemen Organisasi Secara Profesional, dan Gerakan Kemasyarakatan.
Peningkatan Kuantitas
Kader
Monday, 9 November 2015
SUMPAH PEMUDA, PILAR KOKOH PANCASILA DAN PENGGERAK MASA DEPAN INDONESIA
Oleh Randy Prasetyo
Tantangan terhadap masa depan indonesia
kini makin terasa semakin berat, bila fanatisme setiap daerah semakin terasa di
setiap wilayah di indonesia khususnya pemuda dan pemudi yang ada di negeri
nusantara kita. Sesuai dengan pengaruh perkembangan lifestyle alam kehidupan sehari-hari membuat kita akan lupa
pentingnya suatu proses sosial yang saling berbagi dalam ragam budaya, bahasa,
dan tanah air kita. Sikap apatis yang terjadi seiring berjalannya waktu
mengubah tatanan sosial yang ada dimasyarakat, khususnya menyerang mental
pemuda dan pemudi negara indonesia. Ketidak sadaran juga merebah dalam segenap
pemuda akan apa yang ia lakukan pada abad 21. Hal tersebut mengganggu
kelanjutan kelangsungan kehidupan suatu negara tidak hanya dari segi mental,
totalitas, dan kepedulian pemuda untuk melakukan suatu aspek penting dalam
sifat nasionalisme dan patriotisme dalam mengembangkan negeri ini.
MANABUH GENDERANG ASA, BERMAIN DENGAN MAYA, KENYATAAN DALAM QOLBU NURANI
Bismillahhirrahmanirrahim
Assalammualaikum
Wr. Wb.
Salam
hangat dan semoga diberkahi
Pagi
hingga malam, baik dan buruk, serta lahir ataupun mati. Setiap kehidupan
memiliki akhir dalam setiap proses perkembangannya. Awal dan akhir merupakan
salah satu bentuk dalam kehidupan setiap manusia dimana kita semua menjalaninya
di dunia ini. Tuhan menciptakan tanpa adanya sesuatu yang sia-sia. Manunggaling Roso ya itulah manusia
disebut dan di ibaratkan. Setiap manusia memiliki rasa yang nantinya akan
diolah kepada setiap pikiran dalam setiap tindakannya. Menangis, sedih,
tertawa, marah, dan senang merupakan suatu rasa yang dimiliki manusia.
Berawal
dari pendekatan yang sangat minim hal ini berangkat dengan niat yang tulus dan
terganjal oleh sesuatu yang berarti baginya. Mikhul Dhuwur Mendem jero mungkin itulah yang bisa di ibaratkan,
tanpa mengesampingkan sekitar. Setiap orang memiliki rasa yang terpendam dalam
dirinya masing-masing, baik itu kesenangan, kemarahan, asmara dan apapun
bentuknya.
MERAJUT ASA, MELALUI GUNDAH JIWA
By Randy Prasetyo
Setelah mengalami berbagai penantian lama yang membuat menunggu, dengan harapan dia akan datang dan membuka hatinya. Berharap mengetuk dengan salam yang hangat dalam jiwa ini seraya menyambut mentari yang terbit kembali. Begitu besar harapan yang tertanam dalam jiwa dan hati ini membuat gundah dalam diri. Setelah kau ku jadikan genderang dala setiap langkah ini kau berdalih tentang suatu kebenaran dalam dirimu sendiri. Aku bertanya namun kau tetap tak berkata, yang ada hanyalah seribu pertanyaan dalam jiwa ini “mungkinkah engkau seperti itu ? dan apakah engkau mengerti ?”
Kedekatan yang mungkin sudah berbeda dari sebelumnya menjadikan kita berjalan di jalan yang tak beraturan. Engkau selalu berkata biasa saja namun aku selalu beranggapan itu tidak biasa. Mengerti dirimu bersama seseorang yang mungkin engkau anggap nyaman hanyalah sebatas teman sudah menimbulkan bermacam gundah jiwa dengan segelintir banyak pertanyaan dalam diri. Kau memang memiliki alasan yang tepat untuk mengelak dalam hubungan mu denganya, tetapi kau tak bisa menghindar dari segenap pendapat yang menyarankan agar engkau melanjutkan pada jenjang yang sudah bukan teman dengannya. hampa berselimut gundah di hati dan diri ini memikirkan pendapat yang melayang dalam diri pikiran ini. Tak mengapa aku menjadi seperti itu namun aku mempercayai diri mu lebih bahwa kamu masih memiliki sebuah batasan dalam diri.
Aku tak bisa berbuat apa-apa mengingat kau adalah orang yang menyimpan segala sesuatunya sendiri dalam diri. Namun aku mengerti dan paham akan apa yang kau rasakan karena aku juga seperti itu. Namun kita berbeda, kau tak terlihat untuk menyembunyikan berbagai misteri dalam hidup mu dan aku mudah dimengerti orang lain karena sikap ku yang begitu aneh bila menyikapi hidup. Aku tak ingin membatasi kesenangan mu.
Sunday, 24 May 2015
PANTAI CLUNGUP ALIAS GATRA
Malang, 23-24 Mei 2015
PANTAI CLUNGUP ALIAS GATRA
Indonesia, yah itulah negara kita, tempat dimana dibuai dan dibesarkan oleh bunda pertiwi kita semua. Keindahan yang mungkin belum pernah dirasakan oleh setiap warga negara lain selain kita sendiri. Menyesallha bagi kalin yang tidak pernah berkunjung sedikit pun ke indonesia atau yang tidak dilaharkan di tanah air pusaka ibu pertiwi ini. Banyak keindahan yang belum terjamah dari bangsa ku ini, semua yang indah mungkin akan menghilang dalam perkembangan pembangunan dan ketidak sadaran manusia dalam merusak alam keindahannya. Untuk kalian yang masih sibuk dalam mengarungi urusan duniawi dan lebih menggunakan prilaku konsumtif ketergantungan yang berlebih pada sesuatu hal teknologi dimana itu suatu bentuk kebodohan yang akan kalian terima semua. Tanah air pusaka ini ingin deperhatikan sahabat, bukan untuk hanya diperas sedemikian rupa untuk memenuhi nafsu kalian yang banyak. Saran saya untuk kalian adalah keluarlah dan rasakan apa yang alam berikan kepada kalian terus lestarikan alam ku ini, bukankah indonesia itu indah, lebih indah dari gugusan galaxy diatas sana ???
Pada tanggal 23 mei 2015 kemarin saya dan para sahabat saya yang tergabung dalam komunitas kecil bernama RAFIA (Rayon Fakultas Ilmu Administrasi) melakukan ekplorasi Habblumminan alam (hubungan dengan alam) dengan mengunjungi salah satu tempat wisata yang akhir-akhir ini mulai digalakan oleh pemerintah kabupaten malang, yakni namanya pantai clungup alias gatra. Awal pemberangkatan yang dilakukan oleh komunitas rafia ini dimulai pada pukul 14.30 mulai dari jalan kerto rahayu 34 b, sekretariatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia rayon FIA. Segala jenis perlengkapan dan kebutuhan sudah dikantongkan menggunakan kantong ajaib carier dua buah yang volume kapasitasnya 60 liter. Kebutuhan yang begitu banyak membuat kita kesulitan dalam membawa kantong ajaib yang besar dan berat. Dengan segenap keinginan yang kuat untuk keingin tahuan kita bagaimana suasana pantai clungup alias gatra ini, kita berjalan dengan istiqomah selama 3,5 jam. Personil sudah siap bertempur yang terdiri dari saya, aisah, zharfani, candra, yordan, aldila, claudio, muklis, khalifal, lundi, illa, nizar, elsa, dan uki untuk menghadapi segala kondisi jalanan, mental telah siap untuk melawan kelelahan dalam nafsu mendera keingin tahuan keindahan, dan semangat bergema seperti kibaran bendera merah putih yang selalu ditiup angin. Melajulah alat penyumbang asupan CO2 yang kita tunggangi sebanyak 7
Friday, 22 May 2015
Penerimaan Negara dari Sektor Pajak
TEORI TENTANG PAJAK
Pajak
menurut undang-undang republik Indonesia nomor 28 tahun 2007 adalah kontribusi
wajib pajak kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang
bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat. Jadi dengan berlandaskan legislasi sesuai dengan ketentuan
undang-undang nomer 28 tahun 2007, setiap individu atau perorangan dan instansi
yang mendiami suatu wilayah dan daerah secara paksa memiliki suatu kewajiban
dalam membayar pajak guna untuk kesehteraan bersama. Pajak merupakan iuaran
kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib
membayarnya, menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali
yang langsung dapat ditunjuk guna ialah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan (PJA
Andriani dalam suparnyo, 2012:31).
Banyak
definisi para ahli yang masih bisa menjelaskan terkait teori pajak ini, untuk
yang disebutkan dan dicantumkan diatas merupakan suatu pandangan secara umum
terkait pajak. Dari pengertian diatas intinya dapat dikatakan bahwa pajak
adalah iuran dari rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang, tanpa adanya
imbalan atau imbal balik yang secara langsung dapat ditunjukan yang digunakan
untuk biaya rutin dan pembangunan. Teori dalam pajak memang kian menjadi
implementasi yang sangat gencar dikembangkan pada abad ke 18 guna untuk
menanmbah sumber devisa negara untuk memenuhi kebutuhan dalam segi pembangunan,
ekonomi, sosial, politik dan untuk kesejahteraan masyarakat. tetapi hal
tersebut mungkin menimbulkan suatu pertanyaan terkait pemungutan pajak tersebut
yakni, mengapa negara itu memungut pajak kepada rakyatnya ? dan juga atas dasar
apa negara memungut pajak kepada rakyatnya ? alasan tersebut mungkin sudah bisa
kita pikir sendiri namun asas dan dalih yang lebih bersifat epistimologis dari
pemungutan pajak masih belum kita tahu secara sadar dan hanya masih bersifat
nalar saja.
A.
Teori Kepentingan
Negara berhak memungut pajak dari penduduknya,
kerena penduduk negara tersebut mempunyai kepentingan kepada negara, begitulah
teori ini berbicara. Teori ini hanya memperhatikan pembagian beban pajak yang
harus dipungut dari setiap penduduk yang ada pada negara. Pembagian beban ini
harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas pemerintah,
termasuk perlindungan atas jiwa orang-orang itu beserta harta bendanya. Oleh
karena itu sudah menjadi selayaknya bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
negara untuk menunaikan kewajibannya dibebankan kepada masyarakat dalam
menjamin keamanan mereka semua.
Nilai Standart optimalisasi dalam teori ini adalah
makin besar kepentingan penduduk kepada negara, maka makin besar pula
perlindungan negara kepadanya. Hal tersebut dikarenakan apabila kepentingan itu
guna memberikan yang terbaik dalam menjaga keamanan masyarakat, biaya yang
dikeluarkan-pun menjadi lebih. Termasuk kepentingan dalam perlindungan juwa dan
harta. Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan, maka semakin tinggi
pula pajak yang dibayar.
Wednesday, 20 May 2015
Peranan pemerintah dan Bisnis dalam Pelayanan Publik
Peranan
Pemerintah dan Bisnis dalam pelayanan Publik
Indonesia merupakan
negara yang menganut dasar kesejahteraan sosial sesuai dengan yang tertera
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanatkan bahwa tujuan
didirikan Negara Republik Indonesia antara lain adalah untuk memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut
mengandung makna bahwa Negara Indonesia berkewajiban untuk menyejahterakan
kehidupan setiap warga negara/masyarakat melalui suatu sistem pemerintahan
yang mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas dalam rangka
pemenuhan kebutuhan masyarakat guna mencapai sebuah kesejahteraan.
Pelayanan publik
sebagai salah satu bentuk barang publik (public goods) yang diberikan
pemerintah sudah selayaknya diimbangi dengan kualitas pelayanan yang baik
sehingga masyarakat akan menaruh kepercayaan kepada pemerintah. Pelayanan harus
bersifat Tangiable, Relialibility, Responsiveness, Competence,
Courtessy, Credibility,
Security, Access, Communication, dan Understanding. Dalam konteks
kemitraan antara pemerintah dan swasta atau Public Private Partnership
menurut Mahmudi (2007), dimaknai sebagai unit kerja penyedia layanan pemerintah
maupun unit bisnis pemerintah (BUMN/BUMD) yang bekerjasama dengan sektor swasta
dan sektor ketiga.
Kemitraan antara
pemerintah dan swasta dalam pelayanan publik harus dilaksanakan secara
proporsional, masingmasing aktor yang terlibat perlu menyatukan kekuatan untuk
mencapai tujuan yang dimitrakan, yaitu berupa pelayanan publik yang
berkualitas. Dalam kemitran minimal terdapat dua orang atau lembaga (stakeholder). Kedua Stakeholder
yang terlibat tersebut memiliki kapasitas yang berbedabeda sehingga bisa saling
melengkapi. Adapun kapasitas dari Perusahaan Daerah “Aneka Usaha” Kabupaten
Jepara, yaitu : Pertama, Merupakan perusahan yang dimiliki oleh
pemerintah dan jika diperlukan setiap tahun akan mendapatkan penambahan
penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kedua, Sudah
berpengalaman di dunia usaha karena didirikan sejak 14 Januari 1969, Ketiga,
Memiliki unit usaha yang bervariasi (Perdagangan, Percetakan, Perbengkelan,
Agribisnis dan Jasa Keuangan Non Bank, Keempat, Memiliki jumlah pegawai
yang memadai (62 pegawai). Dalam hubungan yang terjalin, para pelaku kemitraan
ini memiliki tugas dan peran masing-masing yang harus dilakukan.
Dalam pencapaian
pelayan publik yang bersifat harus terbuka dan netral, kerjasama ini akan
berlangsung baik dengan tuntutan kepengurusan izin dan sarat-sarat administrasi
harus bersifat terbuka, menyertakan modal bersifat sama dalam membangun
kesejahteraan rakyat, dan pertanggung jawaban tentang SPMK yang dibuat. Peranan
dan tugas perusahaan daerah serta pemerintah daerah adalah pertama Penanggung
jawab operasional SPBN Ujung Batu, yaitu bertanggung jawab atas terlaksananya
proses pelayanan kepada nelayan mulai Solar dari Depo PT. Pertamina (Persero)
datang hingga pelaporan hasil distribusi. Kedua, Sebagai pemilik
sebagian modal usaha. Jadi dalam pendirian SPBN Ujung Batu, modal usahanya
tidak hanya berasal dari salah satu stakeholder tetapi berasal dari
kedua stakeholder yang terlibat dalam kemitraan tersebut. Adapun untuk
mengetahui model kemitraan antara pemerintah dan swasta yang terjadi di SPBN
Ujung Batu, maka dapat diketahui dengan cara melihat tujuan dari adanya
kemitraan tersebut. Dalam hal kemitraan yang terjadi di SPBN Ujung Batu, tujuan
dari Pemkab Jepara menginstruksikan Perusahaan Daerah “Aneka Usaha” Kabupaten
Jepara bermitra dengan PT. Petronusa Teer guna memberikan pelayanan BBM bagi
para nelayan yang ada di Kabupaten Jepara adalah agar terjalin hubungan bisnis
antara pemerintah dengan swasta yang harapannya akan meningkatkan pendapatan
asli Daerah (PAD) sekaligus menyerahkan urusan pelayanan publik yang sebenarnya
merupakan wewenang pemerintah menjadi wewenang sektor swasta. Implikasi
tindakan tersebut tergolong sebagai model Public Authority (Otoritas
publik), yaitu: “Pemerintah dianggap sebagai pemilik wewenang penuh atas pelayanan
publik seperti pelayanan air bersih, listrik, transportasi dan telekomunikasi.
Untuk itu, untuk memaksimalkan kinerjanya, pemerintah perlu bermitra dengan
sektor privat (swasta) agar pengelolaannya lebih mengutamakan hubungan bisnis
dari pada politis”.
Gejolak Dinamika Hari Buruh Nasional
GEJOLAK DINAMIKA BURUH NASIONAL
Buruh merupakan suatu aspek terpenting dalam kinerja
suatu perusahaan. Buruh sendiri adalah manusia yang menggunakan tenaga kerja
dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan dengan upah atau bayaran dalam
bentuk uang atau dalam bentuk lainnya kepada pemberi kerja atau majikan.
Menggambarkan bentuk buruh dengan segala pemikiran yang ada dengan konotasi adalah
manusia yang berotot, pekerja rendahan, kasar, serabutan dan sebagainya dengan
upah yang minimal, keintensifan kerja yang padat, dan buruknya kondisi kerja
ditingkat perusahaan. Konotasi inilah yang membuat dinamika perkembangan buruh
menjadi polemik agar buruh diberdayakan selayaknya pekerja pada umumnya dengan
meminta keadilan yang seadil-adilnya guna menyetarakan tingkat profesi yang
mereka dapat. Intisarinya buruh merupakan suatu profesi yang layak untuk
diberdayakan guna mencapai suatu produktifitas dalam pengembangan usaha dalam
kinerja suatu pemilik perusahaan dengan mengkonotasikannya tanpa koersi berupa
pemerasaan tenaga dalam bekerja.
Pada abad ke 18 tepatnya di prancis munculnya suatu
gagasan mengenai pemahaman segi administrasi yang masih dalam pelukan disiplin
ilmu manajemen yang dicetuskan oleh frederich
W. Taylor dengan tulisannya yakni Scienctific Management dengan menganggap
bahwa produktivitas barang akan didapat dengan mengumpamakan manusia adalah
mesin sebagai pemenuhan produktivitas barang. Taylor mengemukakan hal tersebut
dengan mengamati ke efektifan dan ke-efesiensian terkait masalah keorganisasian
dengan melibatkan manusia sebagai paham antroposentrisnya. Munculnya perbedaan
kelas antar strata menimbulkan konflik dalam hak asasi yang dimiliki setiap
buruh/pekerja. Pertentang tersebut berupaya menciptakan sintesa yang jauh lebih
baik dalam kefektifitasn dan ke-efesiensian.
Pergerakan buruh dan segala tuntutan dalam polemik
yang terjadi akhir ini menandakan bergantinya pakaian liberalis dan kapitalis.
Pergantian tersebut tentunya menjadi akulturasi yang kian menakutkan dimata
setiap negara yang memiliki ideologi terbuka. Menjelmanya akulturasi pakaian
liberalis dan kapitalis dengan nama Neo-Liberalis,
dengan menganut paham liberalis klasik membuat ideologi ini berkembang pesat
dengan sekian konsep yang dimilikinya. Polemik buruh kian gencar dikumandangkan
bukan hanya saja di hari buruh (may day) saja,
penuntutan diberlakukannya buruh dengan sewajarnya dengan keadilan yang adil
membuat semangat buruh untuk terus mempertahankan ideologisnya. Konsep yang
selama ini berkembang dari segi perspektif ilmu administrasi tentunya menjadi
pertanyaan, mulai dari segi old publik
administration, new publik administration, new publik manajemen, new publik
service dan governance menjadi
pergeseran ideologinya. Konsep terbaru akhir ini melanda konsep negara dunia
ketiga khusunya Indonesia dengan sistem demokrasinya. Pemberdayaan buruh dengan
mengibaratkan buruh sebagai kalangan masyarakat dan seringkali perselingkuhan
pemerintah dengan pihak swasta menjadi tajuk yang panas untuk sistem demokrasi
semisal pada tahun 2003 terbitnya undang-undang No 13 tahun 2003
Pengembangan Organisasi - Persepsi Peningkatan dan Pengembangan BUMN
PERKEMBANGAN EKONOMI BUMN
Pemerintah Indonesia mendirikan BUMN dengan dua tujuan
utama, yaitu tujuan yang bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial.
Dalam tujuan yang bersifat ekonomi, BUMN dimaksudkan untuk mengelola
sektor-sektor bisnis strategis agar tidak dikuasai pihak-pihak tertentu.
Bidang-bidang usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti perusahan
listrik dan minyak, dan gas bumi. Dengan adanya BUMN diaharapkan dapat terjadi
peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berada disekitar
lokasi BUMN. Tujuan BUMN bersifat sosial antara lain dapat dicapai melalui
perekrutan tenaga kerja oleh BUMN. Upaya untuk membangkitkan kerja dalam
mendukung kelancaran proses kegiatan usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan
pemerinta untuk memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi yang berada
disekitar lokasi BUMN. Namun dalam kurun waktu 50 tahun
semenjak BUMN dibentuk, BUMN. Upaya yang ditempuh pemerintah untuk dapat meningkatkan
pendapatannya adalah dengan melakukan privatisasi BUMN.
BUMN sering dilihat sebagai sosok unit pekerja yang tidak
efisien, boros, tidak professional dengan kinerja yang tidak optimal, dan
penilaian-penilaian negatif lainnya. Beberapa faktor yang sering dianggap
sebagai penyebabnya adalah kurangnya atau bahkan tidak adanya persaingan di
pasar produk sebagai akibat proteksi pemerintah atau hak monopoli yang dimiliki
oleh BUMN. tidak adanya persaingan ini mengakibatkan rendahnya efisiensi BUMN. Hal ini akan berbeda jika perusahaan
itu diprivatisasi dan pada saat yang bersamaan didukung dengan peningkatan
persaingan efektif di sektor yang bersangkutan, semisal meniadakan proteksi
perusahaan yang diprivatisasi. Dengan adanya disiplin persaingan pasar akan
memaksa perusahaan untuk lebih efisien. Pembebasan kendali dari pemerintah juga
memungkinkan perusahaan tersebut lebih kompetitif untuk menghasilkan produk dan
jasa bahkan dengan kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan konsumen.
Selanjutnya akan membuat penggunaan sumber daya lebih efisien dan meningkatkan
output ekonomi secara keseluruhan.
Privatisasi yang berarti menjual perusahaan negara kepada
swasta dapat membantu terciptanya perluasan kepemilikan saham, sehingga
diharapkan akan berimplikasi pada perbaikan distribusi pendapatan dan kesejahteraan
masyarakat.Privatisasi juga dapat mendorong perusahaan baru yang masuk ke pasar
modal dan reksadana. Selain itu, privatisasi BUMN dan infrastruktur ekonomi
dapat mengurangi defisit dan tekanan inflasi yang selanjutnya mendukung
perkembangan pasar modal. Secara umum, privatisasi dapat mendatangkan pemasukan bagi
pemerintah yang berasal dari penjualan saham BUMN. Selain itu, privatisasi
dapat mengurangi subsidi pemerintah yang ditujukan kepada BUMN yang
bersangkutan. Juga dapat meningkatkan penerimaan pajak dari perusahaan yang
beroperasi lebih produktif dengan laba yang lebih tinggi. Dengan demikian,
privatisasi dapat menolong untuk menjaga keseimbangan anggaran pemerintah
sekaligus mengatasi tekanan inflasi.
Pengembangan Interdisipliner Perilaku ber-Organisasi Studi kasus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FIA UB
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bidang
pengetahuan terkait pengembangan organisasi nampaknya kian hari kian pesat
perkembangannya. Pusat pembelajaran dan studi di berbagai perguruan tinggi
dalam bertugas membina pengetahuan organisasi dalam pengembangannya.
Pembelajaran pengembangan organisasi ini sangatlah unik untuk di pelajari
dimulai dari kita pertama kali menjejakan kaki dikeluarga kita sendiri hingga
kita masuk dalam organisasi kerja. Dalam perkulihan yang didapat hanya sekedar
suatu ide-ide gagasan mengenai teori pengembangan birokrasi namun bagaimana
implementasinya ? penerapan organisasi dalam dunia perkuliahan itu sendiri
dilakukan di dalam dan diluar kampus. Organisasi didalam kampus menyangkut
suatu tindakan formal dalam pengembangan sikap kita dalam membangun prilaku
kita dalam organisasi seperti contohnya BEM/EM (Badan Eksekutif
Mahasiswa/Eksekutif Mahasiswa) dan kegiatan LOF (lembaga Otonomi fakulta) dan
juga UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Sedangkan organisasi diluar kampus mengidentifikasi
kita bagaimana menyikapi suatu permasalahan langsung dengan menggunakan prilaku
sosial kita dalam masyarakat sebagai bentuk tri dharma perguruan tinggi yang
telah tertera, contoh organisasi luar kampus yaitu, HMI, PMII, dan GMNI.
Penempatan kembali
manusia sebagai salah satu unsur yang amat penting dalam organisasi adalah
suatu orientasi dasar dai ilmu prilaku dan pengembangan organisasi. Ini berarti
konflik dalam suatu birokrasi ataupun didalam organisasi hendaknya senantiasa
sadar bahwa di antara tiga dimensi pokok yakni philosopi, spirit, dan appetite
dalam organisasi tidaklah bisa memberikan suatu penekanan kepada dimensi yang
lain sehingga menelantarkan dimensi manusia. Jika suatu organisasi hanya
menekankan pada dimensi teknis dan dimensi konsep, dan tidak mengindahkan
dimensi manusia sebagai dimensi ketiga maka akan menimbulkan iklim pengembangan
yang kurang sehat, dan tidak respektif terhadap faktor pendukung utama dari
organisasi yakni manusia.
Konsep-konsep
seperti itulah yang hingga saat ini digunakan dalam setiap organisasi yang ada.
Max weber seorang pemikir dalam ilmu sosial yang lebih bertumpu pada
orientasinya menjelakan mengenai organisasi dibanding pengembangan suatu
prinsip yang bisa dipakai untuk mencapai tujuan praktis. Weber menggolongkan
dua aspek dari hasil kerjanya yakni : pertama,
weber menjelaskan preskripsinya terkait suatu organasasi dari pertumbuhan
organisasi besar. kedua, weber
terkesan akan kelemahan-kelemahan yang dimiliki manusia dengan pertimbangan
yang kadang-kadang tidak realitas dan bahwa manusia mempunyai rasa emosional.
Sedangkan
gagasan Henry Fayol dalam bukunya General and Industrial Administration lebih
bersifat kepada organisasi-administratif, dengan membaginya kedalam 5
sub-sistem yang ada, yakni (1) aspek teknik dan komersial, (2) kegiatan
keuangan, (3) Unit keamanan dan perlindungan, (4) fungsi perhitungan, dan (5) fungsi
administrasi dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi, dan
pengendalian.
Himpunan
Mahasiswa Islam Komisariat FIA UB merupakan salah satu organisasi yang
beraktifitas di FIA UB. Dalam kaitannya dengan gerakan mahasiswa, maka dapat
dikatakan HMI Komisariat FIA UB merupakan organisasi gerakan mahasiswa. Hal
tersebut dapat dilihat dari aktifitas-aktifitas organisasi yang berperan aktif
dalam mendukung gerakan mahasiswa. Namun secara nyata kekuatan konflik di
interanal HMI FIA UB masih kurang. Penerapan interdisipliner pada setiap
anggota Kader pergerakan HMI FIA UB masihlah belum bersifat loyalitas dan
ikhlas.
Pengembangan Lingkungan Terhadap Ketahanan Pangan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Indonesia merupakan
negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 18.110 pulau dengan garis pantai
sepanjang 108.000 km. Negara Indonesia memiliki potensi alam, keanekaragaman
flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan
budaya yang semuanya itu berarti merupakan sumber daya dan modal yang besar
bagi usaha pengembangan dan peningkatan kepariwisataan (Akil, 2003 : 1).
Modal tersebut harus
dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan ketahanan pangan yang
secara umum bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu,
perlu adanya perhatian yang serius dari pemerintah untuk membangun suatu area
potensi untuk mengembangkan ketahanan pangan dari segi pengembangan lingkungan
secara Sustainable Development di
daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian. Ketahanan pangan merupakan salah
satu hal yang penting bagi suatu negara. Dengan adanya program dari suatu
negara atau lebih khusus lagi pemerintah daerah tempat obyek agroteknologi itu
berada mendapat pemasukan dari pendapatan setiap obyek ketahanan pangan.
Pengembangan lingkungan di suatu negara akan menarik sektor lain untuk
berkembang pula karena produk-produknya diperlukan untuk menunjang industri
pariwisata, seperti sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinan rakyat,
peningkatan kesempatan kerja, dan lain sebagainya.
Indonesia
juga memperlakukan penyediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
sebagai prioritas yang utama. Dalam UUD 1945 pasal 34 disebutkan, bahwa negara
bertanggung jawab di dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan. Demikian
pula di dalam Undang-Undang Pangan Nomor 7 tahun 1996 pasal 1 ayat 17 dikatakan
bahwa ketahanan pangan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang
tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik dalam jumlah, mutu, aman
serta merata dan terjangkau. Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang
Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya
Lokal; serta Peraturan Menteri Pertanian No. 65 tentang Standar Pelayanan
Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2010. Dengan
demikian pengertian ketahanan pangan dapat dikatakan sebagai terpenuhinya
kebutuhan gizi makanan setiap individu dalam jumlah dan mutu agar dapat hidup
sehat dan berkualiats guna memenuhi aspirasinya yang paling humanistik
sepanjang masa hidupnya.
Pangan
adalah kebutuhan pokok manusia yang hakiki untuk bertahan hidup. Karenanya,
harus tersedia di setiap tempat di daerah-daerah permukiman dalam jumlah yang
cukup, mutu yang layak, dan secara medis aman dikonsumsi, serta harganya
terjangkau. Pengertian tentang pangan menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996
adalah:”Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah
maupun tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi
konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan
lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan
makanan dan minuman.Selain itu
menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang
mengartikan ketahanan pangan sebagai “kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah
tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya,
aman, halal, merata, dan terjangkau”. Selanjutnya dalam Undangundang tersebut
juga dijelaskan bahwa untuk ketahanan pangan merupakan tanggung jawab
bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Terdapat
3 (tiga) hal yang menjadi sebab mengapa masalah ketahanan pangan perlu diperbincangkan.
Pertama, bahwa pangan adalah hak
azasi manusia yang didasarkan atas 4 (empat) hal berikut:
1.
Universal
Declaration of Human Right (1948)
dan The International Covenant on
Economic, Social, and Cultural Rights (1966) yang menyebutkan bahwa “everyone
should have an adequate standard of living, including adequate food, cloothing,
and housing and that the fundamental right to freedom from hunger and
malnutrition”.
Friday, 27 March 2015
Kebijakan Pembenahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Kebijakan Pembenahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Dilema Krisis Moneter Tahun 1997-2000
Dilema Krisis Moneter Tahun 1997-2000
1.
PENDAHULUAN
Bermula
dari turunnya nilai mata uang bath thailand, kemudian berlanjut kepada mata
uang negara malaysia ringgit, perekonomian indonesia yang sejak semula sudah
kurang sehata, masuk kedalam krisis. Sementara negara-negara lain yang
mengalami masalah yang sama sudah normal kembali, namun indonesia masih
meringkuk lemah tak berdaya, dan belum ada tanda-tanda untuk sembuh sejak era
krisis moneter tahun 1999-2000.
Pemerintah melalui
BPPN melakukan langkah-langkah sebagai
tindak. Lanjut dalam
industri perbankan yaitu
dengan menutup kegiatan
usaha atau melikuidasi 16 bank swasta (tanggal 24 November 1997), pembekuan operasi 7 bank swasta serta pengambilalihan 7 bank swasta
dan BUM:N oleh BPPN pada tanggal 4 April 1998, selanjutnya pada
bulan Agustus 1998
pemerintah membekukan 8 bank (BBO) dan mengambil
alih 7 bank (Lukman, 2000; 160).
Sebagai akibat dari likuidasi 16
bank swasta nasional
tersebut di atas mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap
industri perbankan berkurang
sehingga terjadi rush atau
penarikan dana masyarakat secara
besar-besaran. Rush tersebut menyebabkan
bank- bank mengalami kesulitan
likuiditas yang sangat parah
dan tidak bisa
diatasi. Kesulitan tersebut dapat
diatasi dengan bantuan dari
Bank Indonesia (Bl)
berupa bantuan likuiditas yang
kemudian lebih dikenaJ dengan istilah BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
Sebenarnya
stabilitas moneter dunia telah menjadi masalah krusial sejak pertengahan
1980-an. Ketidak stabilan ini mengakibatkan suatu turbulensi yang bahkan
menerjang negara-negara industri besar. perkembangan ekonomi era 1999-an,
tampak menglami indikator perbaikan saat mengalami guncangan sebelumnya ditahun
1998. Turbulensi yang menerjang negara industri mengakibatkan indonesia masuk
ke dalam ranah tersebut. Pada tahun 1999 beberapa indikator makro ekonomi yang
mengalami perbaikan cukup berarti mesku=ipun kondisi sosial-politik masih belum
sembuh total. Indikator-indikator yang membaik tersebut dapat kita golongkan
yakni : perbaikan angka inflasi (terhindar dari jebakan hyperinflasi), perkembangan tingkat suku bunga, cadangan devisa,
perbaikan harga minya dan gas alam di pasar internasional, perkembangan BUMN
yang terus digalakan dan lain sebagainya.
Saturday, 17 January 2015
Definisi Organisasi dan Strukturisasi Organisasi
1. Definisi
Organisasi
Jawab : Organisasi : penyusunan dan
pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari
berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama
(untuk mencapai tujuan tertentu). Pengertian Organisasi menurut W.J.S.
Poerwadarminta Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian
(orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
2. Mengidentifikasi
Tantangan-tantangan organisasi
Jawab : Tantangan
Ekstern/ Lingkungan = Kekuatan-kekuatan dari luar yang mempengaruhi kegiatan
organisasi yang berpengaruh pula pada kegiatan Manajemen SDM, baik langsung
maupun tidak langsung.
Tantangan
Intern / Keorganisasian = Untuk menghadapi tantangan internal, langkah-langkah
yang diambil: a. Meningkatkan control untuk mencegah, dengan berusaha agar
setiap persoalan dapat diselesaikan secepatnya sebelum berkembang menjadi
persoalan besar. b. Bertindak secara proaktif dalam arti aktif melakukan
usaha mengambil langkah-langkah penyelesaian, sebelum masalah-masalah lepas
dari kendali. c. Organisasi/ perusahaan memerlukan manajer yang mampu bekerja
dalam menghadapi kompetisi secara fleksibel
Peran Pemimpin dalam Mengendalikan Konflik
Peran Pemimpin dalam
Mengendalikan
Konflik
Pemimpin adalah pemegang keberhasilan sebuah lembaga yang
dipimpinnya. Baik buruknya, maju mundurnya lembaga tersebut tergantung
bagaimana seorang pemimpin mampu mengupayakan dan berperan sebagai seorang
figur yang diteladani dan dihormati. Dan profesionalisme adalah kunci dari
keberhasilan peran itu, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu
mempengaruhi perilaku individu-individu, untuk menunaikan tugasnya dalam rangka
memberikan arahan dan petunjuk, mewujudkan target jama’ah (kebersamaan),
mengembangkan, memegang teguh, dan menjaga kekuatan bangunannya.
Di satu sisi, prestasi kepemimpinan seseorang sangat dipengaruhi oleh
harapan-harapan dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Harapan-harapan
tersebut bukan hanya berhubungan dengan pengaruh kepemimpinan sosiologi
pemimpin, tapi juga efektifitas, efisiensi dan kepuasan kerja staf.
Harapan-harapan itu menurut Soemanto dkk dalam terjemahannya kepemimpinan
dalam pendidikan, mengenai program pengajaran perlu diteliti tentang hakekat,
pentingnya, pengaruh dan cara-cara menggarapnya, dalam rangka membantu pimpinan
mengatasi tantangan-tantangan pengajaran. Dalam sebuah
organisasi, dapat saja terjadi konflik baik antara individu yang tergabung
dalam satu kelompok kerja, maupun antara berbagai kelompok yang terdapat dalam
organisasi. Mengatasi konflik tersebut, seorang pemimpin harus memiliki
kemampuan dalam menyelesaikan konflik atau sebagai mediator dalam penyelesaian
konflik tersebut.
Analisis Anggaran APBD Pemerintah Kota Probolinggo Tahun 2012 - 2013
ANALISIS
LAPORAN
ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH
(APBD) KOTA PROBOLINGGO
TAHUN ANGGARAN 2013
Senjangan
anggaran (budget slack) di pemerintahan daerah mirip dengan yang ditemukan
dalam bisnis/swasta (Moore et al., 2000). Pada prinsipnya, senjangan anggaran
akan menyebabkan terjadinya perbedaan antara target anggaran dengan
potensi atau kebutuhan yang sesungguhnya, sehingga informasi yang
terkandung dalam angka-angka anggaran mengandung risiko akanterjadinya
kesalahan dalam pembuatan keputusan jika keputusan diambil berdasarkan
angka-angkaanggaran tersebut. Pada pelaporan pelaksanaan anggaran, secara
tidak langsung, senjangan anggaran tercermin pada varian anggaran. Hal ini
didasari pemahaman bahwa pemenuhan self-interest pembuat keputusan
anggaran dilakukan melalui pengalokasian anggaran yang manipulatifdan
distortif. Abdullah (2012b) menjelaskan masalah keagenan dalam penganggaran
tekaitsenjangan dan varian anggaran pendapatan dan belanja di pemerintah
daerah.
Kita
lihat dan kita bandingkan laporan anggaran pemerintah kota Probolinggo saat dan
sebelum penambahan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah kota Probolinggo.
Bagaimana kesenjangan yang terjadi dan berapa peningkatan surplus yang terjadi
saat penambahan sebelum tutup buku.
Soal Pendeskripsi Analisis Kepemimpinan
Soal
1.
a. Mengidentifikasi kelemahan, kebaikan dari Situational
Theory (Sebutkan tokoh)
b.
Mengkritisi keburukan,kebaikan
2.
a. Bagaimana membangun
wibawa,kharisma dalam perspektif teori-teori
klasik,modern ?
b. Apakah ada
hubungan antara efektifitas kepemimpinan dengan
wibawa dan charisma ?
berikan Contoh empiris ?
3.
Mengemukakan pokok-pokok pikiran Tannen Baum ( how
to choose leadership) dan Fielder ?
4.
Apa bedanya teori-teori klasik dengan public sector
leadership ? Kemukakan teori-teori klasik, dan tokoh public
sector leadership ?
Subscribe to:
Posts (Atom)




