Tuesday, 22 December 2015

KEKELUARGAAN, PERSAHABATAN, DAN KEKOMPAKAN

Nama organisasi ini adalah PMII yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Pergerakan organisasi ini lahir pada tanggal 17 April 1960 di surabaya kota perjuangan. PMII adalah organisasi eksternal mahasiswa yang berlandaskan ahlusunnah wal jama'ah. Penekanan landasan pergerakan PMII lebih kepada kaum masyarakat, mahasiswa, dan mereka yang selalu tertindas. 


Dengan menggunakan sistem yang digali dari nilai budaya orang terdahulu kita yakni asas kekeluargaan, persahabatan, dan kekompakan (gotong royong) organisasi ini berproses. Setiap anggota yang terdaftar sebagai kader PMII memilik tanggung jawab yang besar dalam membangun nilai budaya tersebut. Setiap anggota dituntut perduli terhadap permasalahan setiap anggota kader lainnya. Maka dari itu latar belakang PMII memanggil setiap anggotanya adalah SAHABAT. 
Kekeluargaan yang terjalin dalam organ PMII ini adalah saling melengkapi dalam setiap kekurangan yang dimiliki oleh setiap sahabatnya. Membangun pola emosional dalam melihat bakat dan potensi dari setiap anggota menjadi amanah dan tanggung jawab pengurus PMII baik di tingkat daerah ataupun tataran kampus. Lebih dari sekedar membangun emosional, PMII melakukan manuver dalam mentoring mendidik anggota kader di PMII . sudah menjadi kewajiban bagi PMII dalam fungsinya menciptakan pribadi yang berintelektual dan islam yang digali dari budaya negara sendiri. Tak ada yang mampu menandingi pola pikir dari kader PMII yang sudah terolah. Pemikiran tersebut sudah menjadi dogma dalam membangun sifat kekeluargaan dalam organisasi ekstra kampus ini. Tidak lagi berbicara kawan atau sama rata dalan kederjatan seseorang. Kekeluargaan melatar belakang PMII menjadikan organ yang kuat dalam membangun komitmen saling membantu dalam setiap permasalahan yang ada di internal maupun eksternalnya.

Dalam meningkatkan motivasi dalam jati diri kader. PMII menggunakan kekompakan dalam mengendalikan setiap motivasi kekerabatan yang terjalin. Kekompakan ini bukan sebagai kesamarataan dalam setiap anggota, tetapi menempatkan empati untuk saling merasakan yang dialami saudara seperjuangannya. Fungsi empati ini adalah meningkatkan kesadaran dalam setiap kemauan anggota agar menjadi kompak dan bersinergi dalam proses pembelajarannya. Meningkatkan fungsi ini tidak perlu harus menjadikan diri kita sesuatu yang kasar. Dengan metode mendorong secara mendasar dengan melihat dan membandingkan realitas dari keadaan yang terjadi sudah menjadi hal yang islah untuk dilakukan dalan mentoring dalam PMII.

Kekeluargaan, persahabatan, dan kekompakan yang kita jalin bukan karena ada faktor kepentingan, tetapi karena PMII menjalankan suat fungsinya sebagai organisasi ektra kaderisasi kampus untuk menciptakan pribadi muslim yang berintelektual yang memang berbudaya dari indonesia sendiri untuk menciptakan mental PANCASILA dalam membangun jati diri, bangsa dan negara.

No comments: