Sudah lebih dari dua
setengah dekade PMII Komisariat Brawijaya (KOBRA) eksis dan mengalami pasang
surut pergerakan. Banyak sudah pencapaian yang diukir, baik di bidang akademis
(juara LKTI, Finalis PIMNAS, Penerima beasiswa S2, dan sejenisnya) maupun di
bidang sosial (advokasi masyarakat bawah, KOBRA mengajar, dan sejenisnya). Kesuksesan
dalam lingkup politik kampus pun pernah mengalami masa-masa indah, dimana para
kader dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dan meneguhkan eksistensi PMII di
dalam kampus.
Pencapaian tersebut
tentunya bergantung kepada strategi dan manajemen organisasi KOBRA yang
dirancang secara komprehensif guna mencapai fokus gerakan yang diharapkan.
Setiap masa kepengurusan mempunyai fokus gerakan yang berbeda –beda,
dikarenakan pola pikir kader dan juga kebutuhan organisasi yang tentunya
berbeda pada setiap masa. Namun, fokus gerakan PMII KOBRA dari tahun ke tahun
dapat dianalisis dan dikategorikan secara umum ke dalam empat fokus yaitu. Peningkatan Kuantitas Kader, Peningkatan
Kualitas Kader, Manajemen Organisasi Secara Profesional, dan Gerakan Kemasyarakatan.
Ketika fokus gerakan adalah meningkatkan
kuantitas kader maka manajemen strategi KOBRA dirancang untuk membuat program
kerja - program kerja yang menarik dengan tujuan utamanya adalah menyerap
anggota baru sebanyak-banyaknya ketika Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). KOBRA
yang diwakili waka Internal (Waka 1) menyusun konsep strategi kaderisasi dalam
bentuk agenda-agenda rutin, kemudian melakukan koordinasi dan sinkronisasi
dengan semua rayon agar dapat menjalankan program tersebut.
Strategi
umum yang dilakukan adalah
1. Memanfaatkan
para kader / anggota KOBRA yang mempunyai jabatan politis di intra kampus
semisal BEM, LKM, Laboratorium, dan kepanitiaan untuk mempromosikan PMII kepada
mahasiswa - khususnya mahasiswa baru – Universitas Brawijaya.
2. Melakukan
sambut maba (Samba) ketika daftar ulang / ospek
3. Menawarkan
bantuan kepada calon anggota seputar pendampingan tugas ospek, kuliah,
penurunan / penundaan UKT.
4. Mengajak
calon angggota ke rayon / komisariat untuk sekadar bermain atau mengikuti
agenda yang dilaksanakan contohnya diskusi.
Fokus
gerakan ini dapat tercapai setidaknya ada dua syarat.
1. Para
pengurus komisariat dan pengurus rayon memiliki kualitas yang kapabel dalam
mengelola internal organisasinya. Hal ini dapat dilihat dari kesolidan
pengurus, program kerja terlaksana, setiap pengurus menjalankan agenda sesuai dengan
tupoksinya.
2. Kader
/ anggota KOBRA - setidaknya - ada yang mempunyai jabatan sentral di kampus
seperti ketua kongres, ketua himpunan, ketua UKM, ketua lab, dan jabatan
sejenis lainnya. Namun, keberhasilan dalam melakukan kaderisasi tergantung oleh
kualitas individu para kader / anggota sendiri.
No comments:
Post a Comment