Tuesday, 10 November 2015

Analisa Dangkal Tentang Fokus Gerakan PMII Komisariat Brawijaya

Sudah lebih dari dua setengah dekade PMII Komisariat Brawijaya (KOBRA) eksis dan mengalami pasang surut pergerakan. Banyak sudah pencapaian yang diukir, baik di bidang akademis (juara LKTI, Finalis PIMNAS, Penerima beasiswa S2, dan sejenisnya) maupun di bidang sosial (advokasi masyarakat bawah, KOBRA mengajar, dan sejenisnya). Kesuksesan dalam lingkup politik kampus pun pernah mengalami masa-masa indah, dimana para kader dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dan meneguhkan eksistensi PMII di dalam kampus.
Pencapaian tersebut tentunya bergantung kepada strategi dan manajemen organisasi KOBRA yang dirancang secara komprehensif guna mencapai fokus gerakan yang diharapkan. Setiap masa kepengurusan mempunyai fokus gerakan yang berbeda –beda, dikarenakan pola pikir kader dan juga kebutuhan organisasi yang tentunya berbeda pada setiap masa. Namun, fokus gerakan PMII KOBRA dari tahun ke tahun dapat dianalisis dan dikategorikan secara umum ke dalam empat fokus yaitu. Peningkatan Kuantitas Kader, Peningkatan Kualitas Kader, Manajemen Organisasi Secara Profesional, dan Gerakan Kemasyarakatan.
Peningkatan Kuantitas Kader
            Ketika fokus gerakan adalah meningkatkan kuantitas kader maka manajemen strategi KOBRA dirancang untuk membuat program kerja - program kerja yang menarik dengan tujuan utamanya adalah menyerap anggota baru sebanyak-banyaknya ketika Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA). KOBRA yang diwakili waka Internal (Waka 1) menyusun konsep strategi kaderisasi dalam bentuk agenda-agenda rutin, kemudian melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan semua rayon agar dapat menjalankan program tersebut.
Strategi umum yang dilakukan adalah
1.    Memanfaatkan para kader / anggota KOBRA yang mempunyai jabatan politis di intra kampus semisal BEM, LKM, Laboratorium, dan kepanitiaan untuk mempromosikan PMII kepada mahasiswa - khususnya mahasiswa baru – Universitas Brawijaya.
2.    Melakukan sambut maba (Samba) ketika daftar ulang / ospek
3.    Menawarkan bantuan kepada calon anggota seputar pendampingan tugas ospek, kuliah, penurunan / penundaan UKT.
4.    Mengajak calon angggota ke rayon / komisariat untuk sekadar bermain atau mengikuti agenda yang dilaksanakan contohnya diskusi.
Fokus gerakan ini dapat tercapai setidaknya ada dua syarat.
1.    Para pengurus komisariat dan pengurus rayon memiliki kualitas yang kapabel dalam mengelola internal organisasinya. Hal ini dapat dilihat dari kesolidan pengurus, program kerja terlaksana, setiap  pengurus menjalankan agenda sesuai dengan tupoksinya.

2.    Kader / anggota KOBRA - setidaknya - ada yang mempunyai jabatan sentral di kampus seperti ketua kongres, ketua himpunan, ketua UKM, ketua lab, dan jabatan sejenis lainnya. Namun, keberhasilan dalam melakukan kaderisasi tergantung oleh kualitas individu para kader / anggota sendiri.

No comments: