Sunday, 20 December 2015

MARITIM KAYA NUSANTARA BERWARNA

 MARITIM KAYA NUSANTARA BERWARNA
Oleh : Zharfani Faza Firdausa
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam sektor perhubungan dengan tugas, wewenang, dan tanggungjawab untuk mengelola Pelabuhan Umum pada 7 wilayah provinsi Indonesia neliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Dunia pelabuhan tidak hanya tentang perkapalan saja, tetapi juga memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan sendiri juga dilengkapi dengan peralatan yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal yang berlabuh. Untuk menunjang kegiatan yang semakin beragam, PT Pelindo III selalu menggunakan perlatan yang modern dan canggih. Pelabuhan sendiri meliputi dermaga, crane maupun gudang laut (transito).

Pelindo 3 Youth Camp 2015 sebuah acara yang memperkenalkan mahasiswa kepada dunia pelabuhan. Sebuah pengetahuan baru yang jauh dari jurusan yang saya jalani di bangku perkuliahan. Dunia yang sebelumnya tidak saya ketahui sama sekali. Dalam acara Pelindo 3 Youth Camp 2015 adanya kunjungan lapangan di beberapa perusahaan mauapun anak perusahaan dari PT Pelindo III yaitu di Terminal Penumpang GSN (Graha Surya Nusantara), PT TPS (Terminal Petikemas Surabaya), JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), dan Terminal Teluk Lamong. Semua kunjungan mempunyai kesan dan pesan yang berbeda. Tetapi yang sangat membuat saya tertarik yaitu di JIIPE.
JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate) merupakan Masterplan yang begitu luarbiasa. JIIPE adalah sebuah proyek yang mengintegrasikan pelabuhan laut dalam dan kawasan industri ke dalam satu paket. Proyek pelabuhan dan kawasan industri terpadu yang dikembangkan oleh PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Usaha Era Pratama Nusantara, anak perusahaan dari PT AKR Cirporindo Tbk. JIIPE berlokasi di Gresik – Jawa Timur, 24 km dari Surabaya ibukota Jawa Timur, yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat dan kondisi investasi yang kondusif. Dengan luas total 2.132 Ha, JIIPE akan berperan sebagai kawasan industri yang terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan laut dalam dan dilengkapi dengan infrastruktur dan perlengkapan terkait. Proyek kawasan pelabuhan di JIIPE ini akan dilengkapi dengan dermaga-dermaga. Fasilitas pendukung akan dibangun dekat dengan pelabuhan laut termasuk open yard, gudang, CBU yards untuk kendaraan, terminal tangki penyimpanan kargo cair, stock yard batubara di dekat pembangkit listrik, wood log, workshop, kantor, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. JIIPE juga berperan sebagai pelabuhan laut yang menyediakan beragam jasa untuk melayani pengiriman barang melalui air, peti kemas, kargo umum, kendaraan, kargo cair dan padat. Area seluas 371 Ha akan mencakup semua elemen pengembangan kawasan pelabuhan laut, sekitar 80% area tersebut ditujukan untuk kegiatan operasional dan 20% sisanya ditujukan untuk utilities, green zone, dan circulation.  Proyek kawasan industri dibagi menjadi 3 tipe industri yang terdiri dari industri ringan, industri menengah, dan industri berat. Area seluas 1.761 Ha yang ditujukan untuk kawasan industry. Maksimal area yang akan dijual adalah 70% dari total dari area, area yang tidak dijual sekitar 30% yang dialokasikan untuk green zone (10,57%), road and channel (12,30%), dan facilities (7,03%) sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No.35/M-IND/PER/3/2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri.
Indonesia dikenal sebagai Negara agraris, dengan luas lautan dibandingkan luas daratan mencapai kurang lebih 70 berbanding 30. Indonesia secara geografis merupakan sebuah Negara kepulauan dengan pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai dihampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai Negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia. Perlu adanya perbaikan dan perhatian khusus yang diberikan dalam bidang teknologi untuk mengelola sumber daya alam lautan di Indonesia, diperlukan juga sebuah pengembangan pelabuhan dan transportasi laut untuk mendorong kegiatan maritim Indonesia menjadi lebih modern dan mudah digunakan oleh masyarakat. Dari sisi pertahanan, penguasaan laut berarti mampu menjamin penggunaan laut untuk kepentingan nasional dan mencegah lawan menggunakan potensi laut yang kita miliki. Perlu adanya kejelasan mengenai batas wilayah laut dengan Negara tetangga dan mempererat hubungan bilateral dengan Negara tetangga. Berbagai upaya yang perlu dilakukan Indonesia untuk menuju Indonesia sebagai poros maritime dunia, antara lain penyempurnaan RUU Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung, penyelarasan sistem pendidikan dan pelatihan kemaritiman, modernisasi pelabuhan, penataan ruang wilayah laut, dll. Seperti yang semua orang ketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut, hal tersebut didukung juga dengan sebuah lagu Kolam Susu bukan hanya itu saja fakta kekayaan laut di Indonesia memang sangat kaya. Pengelolaan laut dan seisinya dengan benar, maka Nusantara akan berwarna tersenyum bahagia.

1 comment: