Showing posts with label tulisan ini dibuat sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan hari buruh nasional. Show all posts
Showing posts with label tulisan ini dibuat sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan hari buruh nasional. Show all posts

Wednesday, 20 May 2015

Gejolak Dinamika Hari Buruh Nasional

GEJOLAK DINAMIKA BURUH NASIONAL

Buruh merupakan suatu aspek terpenting dalam kinerja suatu perusahaan. Buruh sendiri adalah manusia yang menggunakan tenaga kerja dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan dengan upah atau bayaran dalam bentuk uang atau dalam bentuk lainnya kepada pemberi kerja atau majikan. Menggambarkan bentuk buruh dengan segala pemikiran yang ada dengan konotasi adalah manusia yang berotot, pekerja rendahan, kasar, serabutan dan sebagainya dengan upah yang minimal, keintensifan kerja yang padat, dan buruknya kondisi kerja ditingkat perusahaan. Konotasi inilah yang membuat dinamika perkembangan buruh menjadi polemik agar buruh diberdayakan selayaknya pekerja pada umumnya dengan meminta keadilan yang seadil-adilnya guna menyetarakan tingkat profesi yang mereka dapat. Intisarinya buruh merupakan suatu profesi yang layak untuk diberdayakan guna mencapai suatu produktifitas dalam pengembangan usaha dalam kinerja suatu pemilik perusahaan dengan mengkonotasikannya tanpa koersi berupa pemerasaan tenaga dalam bekerja.
Pada abad ke 18 tepatnya di prancis munculnya suatu gagasan mengenai pemahaman segi administrasi yang masih dalam pelukan disiplin ilmu manajemen yang dicetuskan oleh frederich W. Taylor  dengan tulisannya yakni Scienctific Management dengan menganggap bahwa produktivitas barang akan didapat dengan mengumpamakan manusia adalah mesin sebagai pemenuhan produktivitas barang. Taylor mengemukakan hal tersebut dengan mengamati ke efektifan dan ke-efesiensian terkait masalah keorganisasian dengan melibatkan manusia sebagai paham antroposentrisnya. Munculnya perbedaan kelas antar strata menimbulkan konflik dalam hak asasi yang dimiliki setiap buruh/pekerja. Pertentang tersebut berupaya menciptakan sintesa yang jauh lebih baik dalam kefektifitasn dan ke-efesiensian.

Pergerakan buruh dan segala tuntutan dalam polemik yang terjadi akhir ini menandakan bergantinya pakaian liberalis dan kapitalis. Pergantian tersebut tentunya menjadi akulturasi yang kian menakutkan dimata setiap negara yang memiliki ideologi terbuka. Menjelmanya akulturasi pakaian liberalis dan kapitalis dengan nama Neo-Liberalis, dengan menganut paham liberalis klasik membuat ideologi ini berkembang pesat dengan sekian konsep yang dimilikinya. Polemik buruh kian gencar dikumandangkan bukan hanya saja di hari buruh (may day) saja, penuntutan diberlakukannya buruh dengan sewajarnya dengan keadilan yang adil membuat semangat buruh untuk terus mempertahankan ideologisnya. Konsep yang selama ini berkembang dari segi perspektif ilmu administrasi tentunya menjadi pertanyaan, mulai dari segi old publik administration, new publik administration, new publik manajemen, new publik service dan governance menjadi pergeseran ideologinya. Konsep terbaru akhir ini melanda konsep negara dunia ketiga khusunya Indonesia dengan sistem demokrasinya. Pemberdayaan buruh dengan mengibaratkan buruh sebagai kalangan masyarakat dan seringkali perselingkuhan pemerintah dengan pihak swasta menjadi tajuk yang panas untuk sistem demokrasi semisal pada tahun 2003 terbitnya undang-undang No 13 tahun 2003