Monday, 9 November 2015

MANABUH GENDERANG ASA, BERMAIN DENGAN MAYA, KENYATAAN DALAM QOLBU NURANI

Bismillahhirrahmanirrahim
Assalammualaikum Wr. Wb.
Salam hangat dan semoga diberkahi
Pagi hingga malam, baik dan buruk, serta lahir ataupun mati. Setiap kehidupan memiliki akhir dalam setiap proses perkembangannya. Awal dan akhir merupakan salah satu bentuk dalam kehidupan setiap manusia dimana kita semua menjalaninya di dunia ini. Tuhan menciptakan tanpa adanya sesuatu yang sia-sia. Manunggaling Roso ya itulah manusia disebut dan di ibaratkan. Setiap manusia memiliki rasa yang nantinya akan diolah kepada setiap pikiran dalam setiap tindakannya. Menangis, sedih, tertawa, marah, dan senang merupakan suatu rasa yang dimiliki manusia.
Berawal dari pendekatan yang sangat minim hal ini berangkat dengan niat yang tulus dan terganjal oleh sesuatu yang berarti baginya. Mikhul Dhuwur Mendem jero mungkin itulah yang bisa di ibaratkan, tanpa mengesampingkan sekitar. Setiap orang memiliki rasa yang terpendam dalam dirinya masing-masing, baik itu kesenangan, kemarahan, asmara dan apapun bentuknya.
Begitu berartinya dirimu atas setiap aliran darah yang berdetak dalam jantung hingga mengalir ke urat nadi ini. Terpacu dengan genderang yang menggema di hati, terucapkan oleh qolbu yang dalam tanpa ada tindakan dari raga membuat semua luntur dan sirna. Aku tahu diri mu menganggap ku apa, tapi tak bisakah dirimu membuka beberapa celah untuk membiarkan darah ku mengalir ke nadi mu.
Memberanikan diri dalam dinginnya malam ditemani angin yang berbisik ditelinga menyentuh kulit serasa hilang semua pikiran. Ingat saat aku mengucapkan kata tak berarti ”aku sayang kamu”disitulah cerita ini bermulai. Aku mengerti dan menghargai setiap keputusan yang dirimu buat untuk ku. Aku kembali berucap “bagaimana cara aku bisa mendapatkan dirimu” kau terdiam terbisu dan hanya melontarkan perkataan hembusan angin yang tak terdengar ditelingaku. Kau menjelaskan tentang rasa mu pada ku hanyalah itu ibarat persaudaraan yang tak terputuskan. Aku tau itu mungkin karena aku terlalu memendam lebih rasa ini sedari dahulu membuat dirimu nyaman dengan ku hanyalah untuk itu. Namun hati ini berkata lain seolah-olah dirimu hanyalah satu yang ada dihati ini. Tak pernah aku menyakini wanita lagi sejak aku mengenal kamu. Inilah jawaban yang ada namun ungkapan “bagaimana” menjadi tak terbalas seketika.

I Will Always Miss You” mungkin itu yang ada dihati. Kamu tak tergantikan memang, meskipun kamu tak menjadi milik ku. Aku berharap dalam imajinasi tidur ku aku bertemu dengan dirimu meskipun itu hanya bersifat maya. Tak apalah kamu berbentuk maya namun yang perlu kamu tahu dan ingat aku ada untuk mu dan kamu ada untuk ku. Itulah suatu expetation dalam pikiran ini, tapi dunia berkata lain ketika rasa mulai beraktivitas kenyataan lah yang berbicara kembali, kamu tetap tidak ada untuk ku. 
Kamu ada namun kamu adalah segelintir dari impian ku. Aku teringat seseorang yang berucap “Dunia ini tak memiliki ujung” dan aku berfikir dan bertanya dalam diri, “apakah dunia ini sama dengan halnya mimpi untuk setiap orang ?” mimpiki tak berujung tentang diri mu, hingga aku seperti terperosok dalam jurang yang dalam memiliki dasar seperti jarum namun ketika aku terjatuh badan ini tak terluka namun luka yang ada dalam hati ini sangatlah sakit dibanding luka fisik.
Engkau tertancap begitu kokoh dalam sanubari. Hanyalah angan yang dapat mencabut dirimu dalam hati ini. Jujur dari dalam hati tak ada satupun oranglain yang dapat mencabutnya kecuali engkau sendiri. Aku berharap engkau mengerti apa yang kurasakan sebagai seorang yang sudah mengatakan jelas namun tak disaksikan oleh orang namun aku yakin aku mengatakan perasaan ini disaksikan oleh tuhan dan seluruh makhluk yang mendengar perbincangan kita itu.
Jadi rahasia itu tentang sampeyan seneng karo aku ?ya, itu adalah rahasia dimana aku memendam rasa ini pada dirimu, yang mengetahui adalah segelintir dari sahabat/i kita dan ketika itu terbuka aku tidak menyangkal bahwa diriku memang sudah memilih mu, sekian lama aku menunggu namun penantian ku hanyalah ilusi yang berbuah pada menghargai keputusan mu untuk menjalani dan menikmati kehidupan mu yang masih kosong sesuai dengan keinginan dari dirimu. Aku tahu kamu yang memutuskan untuk menerima hati ini sesuai dengan keadaan fisik dan sifat ku ini. Aku perjelas kamu memang apa adanya, namun aku sangatlah kurang untuk diri mu yang menjadi luar biasa dihadapan ku. Engkau tumbuh dari apa yang ada dalam dirimu menjadi sebuah keindahan dari segala yang pernah ku rasakan dalam sanubari hati ini.

No comments: