Bismillahhirrahmanirrahim
Assalammualaikum
Wr. Wb.
Salam
hangat dan semoga diberkahi
Pagi
hingga malam, baik dan buruk, serta lahir ataupun mati. Setiap kehidupan
memiliki akhir dalam setiap proses perkembangannya. Awal dan akhir merupakan
salah satu bentuk dalam kehidupan setiap manusia dimana kita semua menjalaninya
di dunia ini. Tuhan menciptakan tanpa adanya sesuatu yang sia-sia. Manunggaling Roso ya itulah manusia
disebut dan di ibaratkan. Setiap manusia memiliki rasa yang nantinya akan
diolah kepada setiap pikiran dalam setiap tindakannya. Menangis, sedih,
tertawa, marah, dan senang merupakan suatu rasa yang dimiliki manusia.
Berawal
dari pendekatan yang sangat minim hal ini berangkat dengan niat yang tulus dan
terganjal oleh sesuatu yang berarti baginya. Mikhul Dhuwur Mendem jero mungkin itulah yang bisa di ibaratkan,
tanpa mengesampingkan sekitar. Setiap orang memiliki rasa yang terpendam dalam
dirinya masing-masing, baik itu kesenangan, kemarahan, asmara dan apapun
bentuknya.
Begitu
berartinya dirimu atas setiap aliran darah yang berdetak dalam jantung hingga
mengalir ke urat nadi ini. Terpacu dengan genderang yang menggema di hati, terucapkan
oleh qolbu yang dalam tanpa ada tindakan dari raga membuat semua luntur dan
sirna. Aku tahu diri mu menganggap ku apa, tapi tak bisakah dirimu membuka
beberapa celah untuk membiarkan darah ku mengalir ke nadi mu.
Memberanikan
diri dalam dinginnya malam ditemani angin yang berbisik ditelinga menyentuh
kulit serasa hilang semua pikiran. Ingat saat aku mengucapkan kata tak berarti
”aku sayang kamu”disitulah cerita ini
bermulai. Aku mengerti dan menghargai setiap keputusan yang dirimu buat untuk
ku. Aku kembali berucap “bagaimana cara
aku bisa mendapatkan dirimu” kau terdiam terbisu dan hanya melontarkan
perkataan hembusan angin yang tak terdengar ditelingaku. Kau menjelaskan
tentang rasa mu pada ku hanyalah itu ibarat persaudaraan yang tak terputuskan.
Aku tau itu mungkin karena aku terlalu memendam lebih rasa ini sedari dahulu
membuat dirimu nyaman dengan ku hanyalah untuk itu. Namun hati ini berkata lain
seolah-olah dirimu hanyalah satu yang ada dihati ini. Tak pernah aku menyakini
wanita lagi sejak aku mengenal kamu. Inilah jawaban yang ada namun ungkapan “bagaimana” menjadi tak terbalas
seketika.
“I Will Always Miss You” mungkin itu yang
ada dihati. Kamu tak tergantikan memang, meskipun kamu tak menjadi milik ku.
Aku berharap dalam imajinasi tidur ku aku bertemu dengan dirimu meskipun itu
hanya bersifat maya. Tak apalah kamu berbentuk maya namun yang perlu kamu tahu
dan ingat aku ada untuk mu dan kamu ada untuk ku. Itulah suatu expetation dalam pikiran ini, tapi dunia
berkata lain ketika rasa mulai beraktivitas kenyataan lah yang berbicara
kembali, kamu tetap tidak ada untuk ku.
Kamu
ada namun kamu adalah segelintir dari impian ku. Aku teringat seseorang yang
berucap “Dunia ini tak memiliki ujung” dan aku berfikir dan bertanya dalam
diri, “apakah dunia ini sama dengan halnya mimpi untuk setiap orang ?” mimpiki
tak berujung tentang diri mu, hingga aku seperti terperosok dalam jurang yang
dalam memiliki dasar seperti jarum namun ketika aku terjatuh badan ini tak
terluka namun luka yang ada dalam hati ini sangatlah sakit dibanding luka fisik.
Engkau
tertancap begitu kokoh dalam sanubari. Hanyalah angan yang dapat mencabut
dirimu dalam hati ini. Jujur dari dalam hati tak ada satupun oranglain yang
dapat mencabutnya kecuali engkau sendiri. Aku berharap engkau mengerti apa yang
kurasakan sebagai seorang yang sudah mengatakan jelas namun tak disaksikan oleh
orang namun aku yakin aku mengatakan perasaan ini disaksikan oleh tuhan dan
seluruh makhluk yang mendengar perbincangan kita itu.
Jadi rahasia itu tentang sampeyan seneng karo aku ?ya, itu adalah rahasia dimana aku
memendam rasa ini pada dirimu, yang mengetahui adalah segelintir dari sahabat/i
kita dan ketika itu terbuka aku tidak menyangkal bahwa diriku memang sudah
memilih mu, sekian lama aku menunggu namun penantian ku hanyalah ilusi yang berbuah
pada menghargai keputusan mu untuk menjalani dan menikmati kehidupan mu yang
masih kosong sesuai dengan keinginan dari dirimu. Aku tahu kamu yang memutuskan
untuk menerima hati ini sesuai dengan keadaan fisik dan sifat ku ini. Aku
perjelas kamu memang apa adanya, namun aku sangatlah kurang untuk diri mu yang
menjadi luar biasa dihadapan ku. Engkau tumbuh dari apa yang ada dalam dirimu
menjadi sebuah keindahan dari segala yang pernah ku rasakan dalam sanubari hati
ini.
No comments:
Post a Comment