1. Definisi
Organisasi
Jawab : Organisasi : penyusunan dan
pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari
berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama
(untuk mencapai tujuan tertentu). Pengertian Organisasi menurut W.J.S.
Poerwadarminta Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian
(orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
2. Mengidentifikasi
Tantangan-tantangan organisasi
Jawab : Tantangan
Ekstern/ Lingkungan = Kekuatan-kekuatan dari luar yang mempengaruhi kegiatan
organisasi yang berpengaruh pula pada kegiatan Manajemen SDM, baik langsung
maupun tidak langsung.
Tantangan
Intern / Keorganisasian = Untuk menghadapi tantangan internal, langkah-langkah
yang diambil: a. Meningkatkan control untuk mencegah, dengan berusaha agar
setiap persoalan dapat diselesaikan secepatnya sebelum berkembang menjadi
persoalan besar. b. Bertindak secara proaktif dalam arti aktif melakukan
usaha mengambil langkah-langkah penyelesaian, sebelum masalah-masalah lepas
dari kendali. c. Organisasi/ perusahaan memerlukan manajer yang mampu bekerja
dalam menghadapi kompetisi secara fleksibel
Tantangan Individual / Profesionalitas =
a) Keserasian antara pekerja dengan
organisasinya, b) Tanggungjawab etnis dan social,
c) Produktivitas, d)
Pelimpahan kekuasaan/ wewenang, e) Penyaluran
buah pikiran
Tantangan MSDM lainnya= Tantangan manager sumber daya
manusia antara lain : a) Masih banyak top manager
dan para manajer pembantunya yang belum memahami fungsi, tujuan dan
kontribusi MSDM dalam mengembangkan organisasi/ perusahaan agar
menjadi kompetitif dalam mewujudkan eksistensinya. b)
Masih banyak top manajer dan para manajer bawahannya, yang tidak menyadari, kurang
memahami, dan tidak melaksanakan tanggung jawabnya dalam mengelola SDM
dilingkungannya masing-masing. c) Dari
manajemenSDM ternyata masih sangat langka tenaga kerja yang professional untuk
melaksanakannya secara efektif dan efisien.
3. Memahami
Bagaimana mendesain konsep” organisasi dan mengimplementasikannya
Jawab :
1.
Tujuan yang ingin
dicapai; organisasi dibuat oleh sekelompok
orang dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Tujuan organisasi pada dasarnya
merupakan mandate baik dari internal ataupun eksternal organisasi. Selanjutnya
tujuan harus dapat dirumuskan dan difahami dengan baik oleh seluruh anggota,
karena mereka melakukan aktivitas bersama dalam rangka mewujudkan tujuan
tersebut. Tujuan organisasi yang tidak tersosialisasikan dan tidak difahami,
akan sulit dicapai karena aktivitas anggota dimungkinkan tidak sejalan dengan
tujuan tersebut.
2.
Sistem kerjasama yang
terstruktur; dalam organisasi terdapat hubungan
vertical dan horizontal antar anggota organisasi. Hubungan antar anggota
tersebut diatur menjadi sebuah kerjasama yang sinergik dalam rangka mencapai
tujuan. Seluruh anggota organisasi yang dapat kerjasama yang baik
merupakan team work yang solid untuk
mengarahkan setiap aktivitas yang dilakukan. Salah satu strategi pengembangan
organisasi khususnya dalam proses pengorganisasi- annya perlu membentuk seluruh
komponen organisasi sebagai sebuah team work.
Melalui team work yang benar, maka akan memacu setiap
anggota akan mampu memunculkan potensi terbaiknya, sebab dalam team work yang
benar akan saling mendorong dan memotivasi, saling menggandakan upaya dan
kemampuan (Pat Williams, 2000). Pengaturan tata hubungan dalam organisasi akan
menghindarkan, tumpang tindihnya tugas dan aktivitas anggota hingga dicapai
efisiensi optimal.
3.
Pembagian kerja (division of work); Organisasi merupakan wadah untuk
melakukan kerjasama antar anggota organisasi dalam rangka mencapai tujuan
bersama. Aktivitas yang terjadi dan dirancang dalam organisasi seluruhnya untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Karena di dalam organisasi terdapat sejumlah
anggota, maka perlu ada pembagian seluruh beban kerja organisasi. Dengan adanya
pembagian kerja yang baik, maka seluruh aktivitas organisasi dapat ditangani
dan asumsinya tujuan akan dapat dicapai.
4.
Penetapan dan
pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi;
untuk menegaskan pembagian kerja dalam organisasi perlu dilakukan sebuah
penetapan kelompok kerja dengan tugas dan fungsi yang terintegrasi dan saling
memperkuat satu dengan yang lainnya. Dengan demikian tidak akan terjadi overlap
pekerjaan, namun tetap terikat dalam sebuah system yang saling memperkuat untuk
mencapai keberhasilan.
5.
Keterikatan dan tata
tertib yang harus ditaati; Semua anggota
organisasi terikat pada wadah kerjasama yang mereka buat atau terlibat dalam
rangka mencapai tujuan bersama. Keterikatan ini yang pada akhirnya membangun
budaya organisasi yang mencerminkan komitmen mereka terhadap tujuan yang ingin
dicapai. Oleh karena itu, perlu adanya aturan yang yang ditaati oleh seluruh
anggota organisasi. Tata tertib pada dasarnya untuk mengatur agar tidak terjadi
penyimpangan aktivitas dan arah tujuan yang ingin dicapai.
6.
Pendelegasian wewenang
dan koordinasi tugas-tugas; Wewenang merupakan
hak kelembagaan menggunakan kekuasaan yang didasarkan pada pengakuan keabsahan
dalam upaya untuk mempengaruhi. Tujuan utama dari pendelegasian wewenang adalah
agar organisasi dapat menggunakan sumber dayanya secara efisien untuk itu
diperlukan persyaratan tertentu yang menjadi dasar pemberian tanggung jawab,
unsur-unsur yang diperlukan antara lain : spesifikasi tugas, kesamaan
fungsi,dan rentang menejemen. Sementara hubungan koordinatif adalah pola
hubungan yang menunjukkan hubungan antar unit dalam organisasi yang bertujuan
mensinkron- kan, saling mendukung supaya searah dan tidak tumpang tindih.
7.
Evaluasi dan
pengendalian; Aktivitas anggota organisasi merupakan
proses penyelesaian program yang menjadi wewenang atau tugasnya. Penyelesaian
tugas tersebut perlu evaluasi bertahap untuk melihat seberapa pencapaian
kinerjanya. Dengan demikian akan segera diketahui kesesuaian kinerja yang telah
dilakukan dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi penting untuk
mengatasi berbagai hambatan yang terjadi, yang menjadi kendala pencapaian
tujuan kelompok, yang pada akhirnya akan menghambat pencapaian tujuan
organisasi. Oleh karena itu dalam organisasi sangat diperlukan adanya proses
pengendalian yang sering diistilahkan dengan monitoring dan evaluasi, tujuannya
agar aktivitas seluruh anggota organisasi tetap pada arah pencapaian tujuan
bersama.
4. Menyiapkan
dimensi” struktur organisasi dan mengimplementasikannya
Jawab :
Empat
desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian
departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para
peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai
hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya.
Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan
kerumitan.
1.Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
2.Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
5. Memahami
efisiensi dan efektifitas organisasi
Jawab :
Ungkapan kata efisiensi dan efektifitas dapat diartikan
secara menyeluruh dalam setiap aktivitas / kegiatan organisasi. Kedua kata
tersebut merupakan kata yang dapat saling melengkapi. Mengapa begitu ? Karena
kata efisiensi menceritakan bagaimana suatu usaha dilakukan untuk menekan laju
pertumbuhan eksploitasi yang semakin meningkat karena penggunaan biaya/dana
yang sudah melebihi target yang direncanakan.
Di satu sisi, maksud dari efektifitas adalah meminta dan
berusaha agar segala usaha atau aktivitas organisasi dilakukan sesuai dengan
kebutuhan dengan tetap melakukan efesiensi secara benar sesuai porsinya.Jangan
salah kaprah, jika efisiensi dilakukan hanya semata-mata untuk mengurangi agar
beberapa pos pengeluaran mengalami penurunan, dengan tidak memperhitungkan
ketidak-efektifan produktifitas kinerja, yang terjadi malah kinerja menurun.
Dan sudah pasti program kerja tidak akan berjalan dengan semestinya.
Langkah terpenting dapat dilakukan untuk mewujudkan
efisiensi dan efektifitas adalah meningkatkan produktiftas SDM, ciptakan aturan
dan mekanisme kerja yang konsisten serta penyaluran dana/biaya operasional yang
betul-betul dipergunakan demi kepentingan kerja/kedinasan secara langsung
sesuai dengan kepentingannya dan program efisiensi dan efektifitas dilakukan
secara merata pada semua lini atau bagian di lingkup organisasi, serta
efisiensi harus terus tetap dilakukan dalam kondisi apapun, asalkan tidak
menghambat kinerja organisasi.
Beberapa pengertian efisiensi
Efektifitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan output
yang dicapai dengan output yang diharapkan dari sejumlah input.Efisiensi adalah
perbandingan terbaik antara suatu kegiatan dengan hasilnya. Menurut definisi
ini, efisiensi terdiri atas 2 unsur yaitu kegiatan dan hasil dari kegiatan
tersebut. merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya
sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.
Pernyataan H. Emerson adalah:“Efisiensi adalah perbandingan
yang terbaik antara input (masukan) dan outputefisiensi adalah sesuatu yang
kita kerjakan berkaitan dengan menghasilkan hasil yang optimal dengan tidak
membuang banyak waktu dalam proses pengerjaannya.efektif belum tentu efisien
dan begitu sebaliknya.
6. Menjelaskan
perspektif sejarah atas organisasi
Jawab : Rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan
studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Salah
satukejadian paling penting sebelum abad ke dua puluh kaitannya dengan
perkembanganteori organisasi adalah revolusi industri. Teori organisasi yang
berkembang mulai awal abad ke 19 digolongkan ke dalam teori organisasi klasik
atau disebut juga teori tradisional atau teori mesin, selanjutnya berkembang
menjadi teori birokrasi, dan teori administrasi. Teori neoklasik selanjutnya
menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai
individu ataupun kelompok kerja. Teori organisasi modern ini kemudian dikenal
dengan nama ”analisis sistem” atau ”teori
terbuka” yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan dari berbagai unsur yang saling bergantung. Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan dan
perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh. Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertikal sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan
terbuka” yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan dari berbagai unsur yang saling bergantung. Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan dan
perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh. Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertikal sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan
7. Mendeskripsikan
5 bagian organisasi menurut missberk
Jawab : Elemen
dasar desain konfigurasi terdiri dari 5 bagian yang meliputi:
1 The
operating core Yaitu para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang
berhubungan dengan produksi dan jasa
2 The
Strategic Apex. Manajer tingkat puncak, yang diberi tanggung jawab keseluruhan
untuk organisasi tersebut. Dia menjamin agar organisasi menjalankan misi
perusahaan yang telah digariskan.
3 The Middle
Line. Para manajer yang menjadi penghubung operating core dengan strategic apex
4 The
Technostructure. Para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan
bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi
5 The Support
Staff. Orang-orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa pendukung tidak
langsung kepada organisasi.
8. Menerangkan
organisasi yang organik dan mekanis faktor-faktor penentu
Jawab
No comments:
Post a Comment