Sunday, 15 November 2015

BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA NUANSA PANTAI SENDIKI DAN BATU BENGKUNG

BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA
NUANSA PANTAI SENDIKI DAN BATU BENGKUNG

Indonesia tanah air ku merah darah ku, putih tulangku. Satu rasa dalam persatuan alam yang indah pada kenikmatan negeri ku tercinta. Berapa banyak yang telah dirimu berikan atas ke-eksotisan­ lekuk indah pinggiran mu. Masalah memang membuat kita terpisah atas kepentingan dan egoisme kita masing-masing tetapi kita satu adanya dalam kebersamaan kesenangan. Jadikan ini langkah maju untuk kekeluargaan tanpa kecanggungan diri.

Sedikit cerita dari pengalaman yang tak memiliki momen untuk diabadikan dalam suatu bingkai frame cerita anak cucu kita. Dari berbagai tempat yang telah kami kunjungi dalam kepengurusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Fakultas Ilmu Administrasi Komisariat Brawijaya (PMII RAFIA KOBRA) mengusir penat dalam memikul beban organisasi pengkaderan tersebut membuat kita bersemangat dalam melakukan kembali aktivitas yang telah kami tinggalkan sehari. Kali ini tempat itu (Pengusir penat) berbeda dari sebelumnya, ya inilah pantai sendiki yang terletak di kabupaten malang dan pantai betu bekong yang berada di sebelah barat pantai bajul mati kabupaten malang. Cerita kali ini berbeda dan lebih berkesan luar biasa mengingat jumlah kita sudah berbeda dan jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Inilah perjalanan kita segenap pengurus dan pendamping RAFIA KOBRA dalam menikmati pesona alam indonesia.

Tuesday, 10 November 2015

Sejarah Perkembangan Disipin Ilmu Hubungan Internasional

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu hubungan internasional adalah satu disiplin ilmu yang relatif masih baru. Pertumbuhannya sebagai disiplin ilmu tersendiri dimulai sejak akhir Perang Dunia I (PD I), dan selanjutnya perkembangannya sangat pesat sejak akhir Perang Dunia II (PD II) dengan
munculnya kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam pertarungan politik dunia. Kajian hubungan internasional menjadi sangat menarik perhatian
masyarakat dunia terutama negara-negara besar ketika itu karena pengalaman mereka sejak sebelum PD II hingga berakhirnya peranag tersebut menyisakan beberapa pertanyaan mendasar bagi mereka. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagaimana mereka menentukan kebijakan kedepan terutama dalam menghadapi pola perimbangan kekuatan dunia? Apa dasar utama bagi mereka menentukan kebijakan terhadap negara-negara lain? Bagaimana menentukan dasar kebijakan tersebut?
Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul pemikiran tentang perlunya mengkaji secara sungguh-sungguh tentang berbagai faktor yang dapat digunakan oleh negara sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan dalam mengahadapi perkembangan dunia yang begitu cepat berubah. Pemerintah Amerika Serikat disinyalir merupakan pihak yang pertama mendorong kajian-kajian hubungan internasional secara lebih mendalam dan khusus terutama untuk keperluan pemerintah Amerika sendiri. Sejak saat itu kajian-kajian hubungan internasional dikaji didalam departemen atau jurusan tersendiri dibawah payung bidang politik atau fakultas ilmu politik. Hal ini berbeda dengan perkembangan sebelumnya, masalah hubungan internasional hanya dikaji dalam bentuk mata kuliah yang terpisah-pisah di berbagai fakultas atau jurusan. Perkembangan terakhir ini telah menampilkan kajian hubungan internasional secara lebih terpusat dan menyeluruh.

Analisa Dangkal Tentang Fokus Gerakan PMII Komisariat Brawijaya

Sudah lebih dari dua setengah dekade PMII Komisariat Brawijaya (KOBRA) eksis dan mengalami pasang surut pergerakan. Banyak sudah pencapaian yang diukir, baik di bidang akademis (juara LKTI, Finalis PIMNAS, Penerima beasiswa S2, dan sejenisnya) maupun di bidang sosial (advokasi masyarakat bawah, KOBRA mengajar, dan sejenisnya). Kesuksesan dalam lingkup politik kampus pun pernah mengalami masa-masa indah, dimana para kader dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dan meneguhkan eksistensi PMII di dalam kampus.
Pencapaian tersebut tentunya bergantung kepada strategi dan manajemen organisasi KOBRA yang dirancang secara komprehensif guna mencapai fokus gerakan yang diharapkan. Setiap masa kepengurusan mempunyai fokus gerakan yang berbeda –beda, dikarenakan pola pikir kader dan juga kebutuhan organisasi yang tentunya berbeda pada setiap masa. Namun, fokus gerakan PMII KOBRA dari tahun ke tahun dapat dianalisis dan dikategorikan secara umum ke dalam empat fokus yaitu. Peningkatan Kuantitas Kader, Peningkatan Kualitas Kader, Manajemen Organisasi Secara Profesional, dan Gerakan Kemasyarakatan.
Peningkatan Kuantitas Kader

Monday, 9 November 2015

SUMPAH PEMUDA, PILAR KOKOH PANCASILA DAN PENGGERAK MASA DEPAN INDONESIA

Oleh Randy Prasetyo
Tantangan terhadap masa depan indonesia kini makin terasa semakin berat, bila fanatisme setiap daerah semakin terasa di setiap wilayah di indonesia khususnya pemuda dan pemudi yang ada di negeri nusantara kita. Sesuai dengan pengaruh perkembangan lifestyle alam kehidupan sehari-hari membuat kita akan lupa pentingnya suatu proses sosial yang saling berbagi dalam ragam budaya, bahasa, dan tanah air kita. Sikap apatis yang terjadi seiring berjalannya waktu mengubah tatanan sosial yang ada dimasyarakat, khususnya menyerang mental pemuda dan pemudi negara indonesia. Ketidak sadaran juga merebah dalam segenap pemuda akan apa yang ia lakukan pada abad 21. Hal tersebut mengganggu kelanjutan kelangsungan kehidupan suatu negara tidak hanya dari segi mental, totalitas, dan kepedulian pemuda untuk melakukan suatu aspek penting dalam sifat nasionalisme dan patriotisme dalam mengembangkan negeri ini.

MANABUH GENDERANG ASA, BERMAIN DENGAN MAYA, KENYATAAN DALAM QOLBU NURANI

Bismillahhirrahmanirrahim
Assalammualaikum Wr. Wb.
Salam hangat dan semoga diberkahi
Pagi hingga malam, baik dan buruk, serta lahir ataupun mati. Setiap kehidupan memiliki akhir dalam setiap proses perkembangannya. Awal dan akhir merupakan salah satu bentuk dalam kehidupan setiap manusia dimana kita semua menjalaninya di dunia ini. Tuhan menciptakan tanpa adanya sesuatu yang sia-sia. Manunggaling Roso ya itulah manusia disebut dan di ibaratkan. Setiap manusia memiliki rasa yang nantinya akan diolah kepada setiap pikiran dalam setiap tindakannya. Menangis, sedih, tertawa, marah, dan senang merupakan suatu rasa yang dimiliki manusia.
Berawal dari pendekatan yang sangat minim hal ini berangkat dengan niat yang tulus dan terganjal oleh sesuatu yang berarti baginya. Mikhul Dhuwur Mendem jero mungkin itulah yang bisa di ibaratkan, tanpa mengesampingkan sekitar. Setiap orang memiliki rasa yang terpendam dalam dirinya masing-masing, baik itu kesenangan, kemarahan, asmara dan apapun bentuknya.