Friday, 27 March 2015

Kebijakan Pembenahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Kebijakan Pembenahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Dilema Krisis Moneter Tahun 1997-2000
1.       PENDAHULUAN
Bermula dari turunnya nilai mata uang bath thailand, kemudian berlanjut kepada mata uang negara malaysia ringgit, perekonomian indonesia yang sejak semula sudah kurang sehata, masuk kedalam krisis. Sementara negara-negara lain yang mengalami masalah yang sama sudah normal kembali, namun indonesia masih meringkuk lemah tak berdaya, dan belum ada tanda-tanda untuk sembuh sejak era krisis moneter tahun 1999-2000.
Pemerintah   melalui  BPPN   melakukan   langkah-langkah   sebagai   tindak. Lanjut dalam  industri  perbankan   yaitu  dengan  menutup  kegiatan  usaha  atau melikuidasi  16 bank swasta  (tanggal 24 November 1997), pembekuan  operasi 7 bank swasta  serta pengambilalihan  7 bank swasta  dan BUM:N oleh BPPN pada tanggal 4 April 1998, selanjutnya   pada   bulan   Agustus   1998  pemerintah membekukan  8 bank (BBO)  dan mengambil  alih 7 bank (Lukman, 2000;  160). Sebagai    akibat   dari  likuidasi   16  bank   swasta   nasional   tersebut   di   atas mengakibatkan  kepercayaan masyarakat  terhadap  industri perbankan  berkurang sehingga  terjadi  rush  atau penarikan dana  masyarakat  secara  besar-besaran. Rush  tersebut  menyebabkan   bank-  bank mengalami  kesulitan  likuiditas  yang sangat  parah  dan  tidak  bisa  diatasi.  Kesulitan tersebut  dapat  diatasi  dengan bantuan   dari  Bank  Indonesia   (Bl)  berupa   bantuan likuiditas  yang  kemudian lebih dikenaJ dengan istilah BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
Sebenarnya stabilitas moneter dunia telah menjadi masalah krusial sejak pertengahan 1980-an. Ketidak stabilan ini mengakibatkan suatu turbulensi yang bahkan menerjang negara-negara industri besar. perkembangan ekonomi era 1999-an, tampak menglami indikator perbaikan saat mengalami guncangan sebelumnya ditahun 1998. Turbulensi yang menerjang negara industri mengakibatkan indonesia masuk ke dalam ranah tersebut. Pada tahun 1999 beberapa indikator makro ekonomi yang mengalami perbaikan cukup berarti mesku=ipun kondisi sosial-politik masih belum sembuh total. Indikator-indikator yang membaik tersebut dapat kita golongkan yakni : perbaikan angka inflasi (terhindar dari jebakan hyperinflasi), perkembangan tingkat suku bunga, cadangan devisa, perbaikan harga minya dan gas alam di pasar internasional, perkembangan BUMN yang terus digalakan dan lain sebagainya.

Saturday, 17 January 2015

Definisi Organisasi dan Strukturisasi Organisasi

1.  Definisi Organisasi
Jawab : Organisasi : penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan; sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur; gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu). Pengertian Organisasi menurut W.J.S. Poerwadarminta Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
2.  Mengidentifikasi Tantangan-tantangan organisasi
Jawab : Tantangan Ekstern/ Lingkungan = Kekuatan-kekuatan dari luar yang mempengaruhi kegiatan organisasi yang berpengaruh pula pada kegiatan Manajemen SDM, baik langsung maupun tidak langsung.
Tantangan Intern / Keorganisasian = Untuk menghadapi tantangan internal, langkah-langkah yang diambil: a. Meningkatkan control untuk mencegah, dengan berusaha agar setiap persoalan dapat diselesaikan secepatnya sebelum berkembang menjadi persoalan besar. b. Bertindak secara proaktif dalam arti aktif melakukan usaha mengambil langkah-langkah penyelesaian, sebelum masalah-masalah lepas dari kendali. c. Organisasi/ perusahaan memerlukan manajer yang mampu bekerja dalam menghadapi kompetisi secara fleksibel

Peran Pemimpin dalam Mengendalikan Konflik

Peran Pemimpin dalam
Mengendalikan Konflik
Pemimpin adalah pemegang keberhasilan sebuah lembaga yang dipimpinnya.  Baik buruknya, maju mundurnya lembaga tersebut tergantung bagaimana seorang pemimpin mampu mengupayakan dan berperan sebagai seorang figur yang diteladani dan dihormati. Dan profesionalisme adalah kunci dari keberhasilan peran itu, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi perilaku individu-individu, untuk menunaikan tugasnya dalam rangka memberikan arahan dan petunjuk, mewujudkan target jama’ah (kebersamaan), mengembangkan, memegang teguh, dan menjaga kekuatan bangunannya.
Di satu sisi, prestasi kepemimpinan seseorang sangat dipengaruhi oleh harapan-harapan dari anggota kelompok yang dipimpinnya. Harapan-harapan tersebut bukan hanya berhubungan dengan pengaruh kepemimpinan sosiologi pemimpin, tapi juga efektifitas, efisiensi dan kepuasan kerja staf.
Harapan-harapan itu menurut Soemanto dkk dalam terjemahannya kepemimpinan dalam pendidikan, mengenai program pengajaran perlu diteliti tentang hakekat, pentingnya, pengaruh dan cara-cara menggarapnya, dalam rangka membantu pimpinan mengatasi tantangan-tantangan pengajaran. Dalam sebuah organisasi, dapat saja terjadi konflik baik antara individu yang tergabung dalam satu kelompok kerja, maupun antara berbagai kelompok yang terdapat dalam organisasi.  Mengatasi konflik tersebut, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik atau sebagai mediator dalam penyelesaian konflik tersebut.

Analisis Anggaran APBD Pemerintah Kota Probolinggo Tahun 2012 - 2013

ANALISIS
LAPORAN
ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH (APBD) KOTA PROBOLINGGO
TAHUN ANGGARAN 2013

Senjangan anggaran (budget slack) di pemerintahan daerah mirip dengan yang ditemukan dalam bisnis/swasta (Moore et al., 2000). Pada prinsipnya, senjangan anggaran akan menyebabkan terjadinya perbedaan antara target anggaran dengan potensi atau kebutuhan yang sesungguhnya, sehingga informasi yang terkandung dalam angka-angka anggaran mengandung risiko akanterjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan jika keputusan diambil berdasarkan angka-angkaanggaran tersebut. Pada pelaporan pelaksanaan anggaran, secara tidak langsung, senjangan anggaran tercermin pada varian anggaran. Hal ini didasari pemahaman bahwa pemenuhan self-interest pembuat keputusan anggaran dilakukan melalui pengalokasian anggaran yang manipulatifdan distortif. Abdullah (2012b) menjelaskan masalah keagenan dalam penganggaran tekaitsenjangan dan varian anggaran pendapatan dan belanja di pemerintah daerah.
Kita lihat dan kita bandingkan laporan anggaran pemerintah kota Probolinggo saat dan sebelum penambahan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah kota Probolinggo. Bagaimana kesenjangan yang terjadi dan berapa peningkatan surplus yang terjadi saat penambahan sebelum tutup buku.

Soal Pendeskripsi Analisis Kepemimpinan

Soal
1.      a. Mengidentifikasi kelemahan, kebaikan dari Situational Theory (Sebutkan tokoh)
b.    Mengkritisi keburukan,kebaikan
2.        a. Bagaimana membangun wibawa,kharisma dalam perspektif teori-teori
  klasik,modern ?
b. Apakah ada hubungan antara efektifitas kepemimpinan dengan
wibawa dan charisma ? berikan Contoh empiris ?
3.        Mengemukakan pokok-pokok pikiran Tannen Baum ( how to choose leadership) dan Fielder ?
4.        Apa bedanya teori-teori klasik dengan public sector leadership ? Kemukakan teori-teori klasik, dan tokoh public sector leadership ?