NAMA : Randy Prasetyo
NIM : 125030100111183
A.1 Perekonomian
Faktor
Penghambat
1.
Korupsi
Angka Indeks
Persepsi Korupsi Indonesia naik dari 2,6 tahun 2008 menjadi 2,8 tahun 2009,
disertai kenaikan 15 peringkat dari tahun lalu dimata dunia tentang tingkat
korupsi Tingkat korupsi di indonesia kian semakin bertambah, ini mengakibatkan
para investor asing enggan menanamkan modalnya dinegeri kesejahteraan kita ini.
2.
Kegiatan
Impor yang semakin besar
Tuntutan kebutuhan dalam negeri yang besar mengakibatkan semakin gencar
produk-produk impor datang menyerbu pasar negara jika kondisi daya saing
produknya lemah dan tidak mampu berkompetisi di kancah perdagangan
Internasional. Rakyat juga merasa dirugaikan dalam hal ini, mengingat negara
kita adalah negara yang penduduknya bergerak dalam kegiatan agrikultur sehingga
masyarakat tidak bisa bersaing.
3.
Pembangunan
yang tak seimbang
Kurangnya
pemerataan tingkat ekonomi dinegara kita mengakibatkan pembangunan dalam negara
kita tidak seimbang. Adanya pembedaan tingkat pendapatan perkapita dari tiap
daerah menjadi indikator dalam segi pembangunan terutama dalam kegiatan
manufaktur. Ini mengakibatkan laju kesejahteraan tingkat ekonomi rakyat tidak
seimbang dan mobilisasi masyarakat tidak selaras dalam penerapan perekonomian
4.
Kemiskinan
Kemiskinan
dinegara kita ini sangat besar, meskipun kita menduduki peringkat 10 perekonomian
terbaik dimata dunia. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemerataan tingkat
pendapatan yang ada. Bagi kawasan yang kaya pendapatan lebih besar dari kawasan
yang kurang kaya.
A.2 Geografis
Faktor
penghambat
1.
Jumlah
penduduk yang tinggi, artinya tingkat pertumbuhan penduduk yang tak terkendali
mengakibatkan kepadatan dan penganguran yang besar.
2.
Nilai
budaya yang masih melekat tinggi, yang artinya pemikiran masyarakat masih
bersifat patriliniar masih terpengaruh dalam pemikiran mistik, dan tak dapat
menerima pemikiran yang bersifat rasional dalam kegiatannya
3.
Tingkat
bencana yang tinggi, melihat letak dari negara kita yang dihimpit oleh dua
samudra, 2 negara, dan dilalui oleh jalur pegunungan api yan kebanyakan masih
aktif membuat negara kita mengalami tingkat bencana yang tinggi setiap
tahunnya.
4.
Ilegal
loging, kurangnya perhatian dalam penanganan kegiatan manufaktur dan agrikultur
menyebabkan negara kita sering dimasuki oleh pembajak yang tanpa izin mengambil
harta SDA negara kita.
B.
Kekuatan dan Kelemahan
Birokrasi di Indonesia
Kelebihan
1.
Sebagai
basis perpolitikan, sehingga dapat membantu penyambung lidah rakyat dalam
membuat kebijakan.
2.
Bertindak
sesusi hukuma dan tegas dalam menyikapi masalah internal dan eksternal
Kelemahan
1.
Sentralisasi
yang cukup kuat, sehingga bersifat otoriter dalam melayani kegiatan publik
2.
Menjadi
kepentingan elit politik dan kelompok atau golongan tertentu bukan
menjadi pengabdian masyarakat yang benar-benar sesuai dengan pangilan hidup
sebagai pelayan masyarakat.
3.
Menilai
tinggi keseragaman dan struktur birokrasi, artinya masih bersifat persona dalam
penanganannya.
4.
Pendelegasian
wewenang yang kabur, masih tidak bersifat profesional dalam tugas dan
wewenangnya pada para birokrat yang ada dalam tugasnya
5.
Kesulitan
menyusun uraian tugas dan analisis jabatan, kurang konsisten dalam menjalankan
visi dan misi serta kurangnya spesialisasi dalam tugas dan peranan setiap
birokrat
6.
Tidak
bersifat netral terhadap pelayanan publik.
7.
Kurang
bersifat transparan, akuntability dan responsivnes dalam melayani.
Analisis :
Melihat dari segi kekuatan dan kelebihan birokrasi negara indonesia
masih sangat kurang memuaskan dan kurang dalam melayani serta mensejahterakan
rakyat. Birokrasi kita sedang lama tertidur dalam mewujudkan kinerjanya. Faktor
penghambat ini dikarenakan birokrasi kita masih bersifat paternalistik dengan
artian masih menjadi basisi pengutan perpolitikan dinegara kita, padahal dalam
segi kajian teoritis birokrasi harus bersifat netral dan tidak boleh ada ikut
campur urusan lain. Kepentingan-kepentingan politik inilah yang mempengaruhi
dan menjadi penghambat kinerja dan keprofesionalan para birokrat dalam
birokrasi indonesia. Kita harus merevisi dan merevolusi bentuk sistem seperti
itu, bila ingin memperbarui sistem birokrasi kita yang bersih dan bersifat
mensejahterakan khususnya dalam melayani kepentingan rakyat bukan kepentingan
partai politik ataupun pribadi.
Menurut prof. Dr. Yeremias T. Kaban MU, MURP ada 4 aspek utama dalam
membangun birokrasi yakni :
1. Membangun Visi Birokrasi, artinya visi harus jelas berlandaskan GBHN
dan Pancasila
2. Membangun manusia Birokrasi, artinya dengan kepemimpinan yang
berkualitas dalam birokrasi menciptakan motivasi tersendiri
3. Membangun sistim birokrasi, artinya membenahi struktur, penerapan
strategi yang tepat, dan pembenahan budaya organisasi.
4. Membangun lingkungan organisasi, maksudnya organisasi publik harus
pandai dalam memperhitungkan pengaruh lingkungan baik dari segi politik,
ekonomi, budaya, sosial, dan teknologi.
C.
Strategi Pemerintah dalam Menyikapi Tantangan Geografis
Melihat letak geografis negara indonesia yang
sangat strategis dan mempengaruhi segala aktifitas kegiatan kenegaraan membuat
indonesia dihadapkan dalam tantang yang sangat besar dan beresiko dalam
kegiatannya. Terletak dalam jalur perdagangan dengan iklim yang tropis secara
topografisnya menjadikan negara kita memiliki sumberdaya alam yang luas
melimpah. Bentuk dari kekayaan dalam negara berupa hasil laut, agrikultur,
manufaktur pertambangan dan keanekaragaman hayati dan non-hayati membuat
penjelasan tersendiri dalam letak geografis negara kita. Mungkin apabila kita
bisa mengentaskan tantangan dalam ke strategisan negara kita ini, akan menjadi
keuntungan yang besar dalam perekonomian dan perpolitikan negara. Namun
pertanyaannya sekarang adalah mampukah pemerintah kita menghadapi tantangan
tersebut ??
Kita katakan saja bisa, tentunya pemerintah
memiliki strategi tersendiri dalam menghadapi tantangan dalam keadaan diatas.
Penguatan dan pembangunan berkapasitaslah tujuan utama pemerintah dengan cara
meningkatkan bentuk bentuk individu, dan organisasi dalam menyikapi hambatan
yang terjadi dalam pelaksanaannya.
Menurut prof. Dr. Yeremias T. Keban, SU, MURP ada
enam aspek dimensi dalam menyusun strategi dalam Administrasi publik :
1. Dimensi Kebijakan
Dimensi ini
berkenaan dengan keputusan tentang apa yang harus dikerjakan. Artinya untuk
memproses sebuah keputusan yang benar dibutuhkan serangkaian prinsip
rasionalitas dan politis. Output dari proses tersebut dapat berupa keputusan
tentang alternatif terbaik yang siap untuk diimplementasikan. Aspek kebijakan
ini berupa penekanan terhadap masalah, kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang
seharusnya dilayani.
2. Dimensi Manajemen
Berkenaan
dengan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip manajeman untuk mengimplementasikan
kebijakan publik. Artinya bagaimana melaksanakan apa yang telah diputuskan
melalui prinsip tertentu.
3. Dimensi Struktur Organisasi
Bersinggungan
dengan siapa yang akan mengimplementasikan dan mengerjakan apa yang harus
diputuskan. Dimensi ini menekankan pada pembagian unit-unit kerja serta
tanggung jawab kinerja terhadap apa yang telah diputuskan dengan terstruktur
dalam struktur yang ada (heararki)
4. Dimensi Etika
Dimensi ini
dianalogikan sebagai sensor dalam administrasi publik. Pengaruh dari demensi
ini sangatlah kuat, serta mempengaruhi dalam pencapaian tujuan administrasi
publik pada khususnya.
5. Dimensi lingkungan
Dimensi ini
juga mempengaruhi kinerja, menejemen, moral dan kebijakan dalam administrasi,
tetapi pengaruh ini didasari dalam pengaruh eksternal organisasi publik
khususnya lingkungan. Konsep lingkungan ini yang melahirkan betapa pentingnya
lingkungan dalam administrasi (ekologi administrasi Publik)
6. Dimensi Kinerja
Dimensi yang
menekankan pada kinerja suatu organisasi dalam keprofesionala dalam bekerja.
SUMBER
Keban,
Yeremias T. 2008, Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Konsep Teori dan
Isu, Gava Media, yugyakarta.
Gaffar,
Afar. 1999, Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi, Pustaka Pelajar,
Yogyakarta.
Ismani.
2001, “Etika Birokrasi”, Jurnal Adminitrasi Negara Vol. II, No. 1, September
2001 : 31 – 41.
No comments:
Post a Comment