Monday, 9 November 2015

MERAJUT ASA, MELALUI GUNDAH JIWA

By Randy Prasetyo
Setelah mengalami berbagai penantian lama yang membuat menunggu, dengan harapan dia akan datang dan membuka hatinya. Berharap mengetuk dengan salam yang hangat dalam jiwa ini seraya menyambut mentari yang terbit kembali. Begitu besar harapan yang tertanam dalam jiwa dan hati ini membuat gundah dalam diri. Setelah kau ku jadikan genderang dala setiap langkah ini kau berdalih tentang suatu kebenaran dalam dirimu sendiri. Aku bertanya namun kau tetap tak berkata, yang ada hanyalah seribu pertanyaan dalam jiwa ini “mungkinkah engkau seperti itu ? dan apakah engkau mengerti ?”
Kedekatan yang mungkin sudah berbeda dari sebelumnya menjadikan kita berjalan di jalan yang tak beraturan. Engkau selalu berkata biasa saja namun aku selalu beranggapan itu tidak biasa. Mengerti dirimu bersama seseorang yang mungkin engkau anggap nyaman hanyalah sebatas teman sudah menimbulkan bermacam gundah jiwa dengan segelintir banyak pertanyaan dalam diri. Kau memang memiliki alasan yang tepat untuk mengelak dalam hubungan mu denganya, tetapi kau tak bisa menghindar dari segenap pendapat yang menyarankan agar engkau melanjutkan pada jenjang yang sudah bukan teman dengannya. hampa berselimut gundah di hati dan diri ini memikirkan pendapat yang melayang dalam diri pikiran ini. Tak mengapa aku menjadi seperti itu namun aku mempercayai diri mu lebih bahwa kamu masih memiliki sebuah batasan dalam diri.
Aku tak bisa berbuat apa-apa mengingat kau adalah orang yang menyimpan segala sesuatunya sendiri dalam diri. Namun aku mengerti dan paham akan apa yang kau rasakan karena aku juga seperti itu. Namun kita berbeda, kau tak terlihat untuk menyembunyikan berbagai misteri dalam hidup mu dan aku mudah dimengerti orang lain karena sikap ku yang begitu aneh bila menyikapi hidup. Aku tak ingin membatasi kesenangan mu.

Sunday, 24 May 2015



















PANTAI CLUNGUP ALIAS GATRA

Malang, 23-24 Mei 2015
PANTAI CLUNGUP ALIAS GATRA
Indonesia, yah itulah negara kita, tempat dimana dibuai dan dibesarkan oleh bunda pertiwi kita semua. Keindahan yang mungkin belum pernah dirasakan oleh setiap warga negara lain selain kita sendiri. Menyesallha bagi kalin yang tidak pernah berkunjung sedikit pun ke indonesia atau yang tidak dilaharkan di tanah air pusaka ibu pertiwi ini. Banyak keindahan yang belum terjamah dari bangsa ku ini, semua yang indah mungkin akan menghilang dalam perkembangan pembangunan dan ketidak sadaran manusia dalam merusak alam keindahannya. Untuk kalian yang masih sibuk dalam mengarungi urusan duniawi dan lebih menggunakan prilaku konsumtif ketergantungan yang berlebih pada sesuatu hal teknologi dimana itu suatu bentuk kebodohan yang akan kalian terima semua. Tanah air pusaka ini ingin deperhatikan sahabat, bukan untuk hanya diperas sedemikian rupa untuk memenuhi nafsu kalian yang banyak. Saran saya untuk kalian adalah keluarlah dan rasakan apa yang alam berikan kepada kalian terus lestarikan alam ku ini, bukankah indonesia itu indah, lebih indah dari gugusan galaxy diatas sana ???
Pada tanggal 23 mei 2015 kemarin saya dan para sahabat saya yang tergabung dalam komunitas kecil bernama RAFIA (Rayon Fakultas Ilmu Administrasi) melakukan ekplorasi Habblumminan alam (hubungan dengan alam) dengan mengunjungi salah satu tempat wisata yang akhir-akhir ini mulai digalakan oleh pemerintah kabupaten malang, yakni namanya pantai clungup alias gatra. Awal pemberangkatan yang dilakukan oleh komunitas rafia ini dimulai pada pukul 14.30 mulai dari jalan kerto rahayu 34 b, sekretariatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia rayon FIA. Segala jenis perlengkapan dan kebutuhan sudah dikantongkan menggunakan kantong ajaib carier dua buah yang volume kapasitasnya 60 liter. Kebutuhan yang begitu banyak membuat kita kesulitan dalam membawa kantong ajaib yang besar dan berat. Dengan segenap keinginan yang kuat untuk keingin tahuan kita bagaimana suasana  pantai clungup alias gatra ini, kita berjalan dengan istiqomah selama 3,5 jam. Personil sudah siap bertempur yang terdiri dari saya, aisah, zharfani, candra, yordan, aldila, claudio, muklis, khalifal, lundi, illa, nizar, elsa, dan uki untuk menghadapi segala kondisi jalanan, mental telah siap untuk melawan kelelahan dalam nafsu mendera keingin tahuan keindahan, dan semangat bergema seperti kibaran bendera merah putih yang selalu ditiup angin.  Melajulah alat penyumbang asupan CO2 yang kita tunggangi sebanyak 7

Friday, 22 May 2015

Penerimaan Negara dari Sektor Pajak

TEORI TENTANG PAJAK
            Pajak menurut undang-undang republik Indonesia nomor 28 tahun 2007 adalah kontribusi wajib pajak kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jadi dengan berlandaskan legislasi sesuai dengan ketentuan undang-undang nomer 28 tahun 2007, setiap individu atau perorangan dan instansi yang mendiami suatu wilayah dan daerah secara paksa memiliki suatu kewajiban dalam membayar pajak guna untuk kesehteraan bersama. Pajak merupakan iuaran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib membayarnya, menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk guna ialah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan (PJA Andriani dalam suparnyo, 2012:31).
            Banyak definisi para ahli yang masih bisa menjelaskan terkait teori pajak ini, untuk yang disebutkan dan dicantumkan diatas merupakan suatu pandangan secara umum terkait pajak. Dari pengertian diatas intinya dapat dikatakan bahwa pajak adalah iuran dari rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang, tanpa adanya imbalan atau imbal balik yang secara langsung dapat ditunjukan yang digunakan untuk biaya rutin dan pembangunan. Teori dalam pajak memang kian menjadi implementasi yang sangat gencar dikembangkan pada abad ke 18 guna untuk menanmbah sumber devisa negara untuk memenuhi kebutuhan dalam segi pembangunan, ekonomi, sosial, politik dan untuk kesejahteraan masyarakat. tetapi hal tersebut mungkin menimbulkan suatu pertanyaan terkait pemungutan pajak tersebut yakni, mengapa negara itu memungut pajak kepada rakyatnya ? dan juga atas dasar apa negara memungut pajak kepada rakyatnya ? alasan tersebut mungkin sudah bisa kita pikir sendiri namun asas dan dalih yang lebih bersifat epistimologis dari pemungutan pajak masih belum kita tahu secara sadar dan hanya masih bersifat nalar saja.
A.    Teori Kepentingan
Negara berhak memungut pajak dari penduduknya, kerena penduduk negara tersebut mempunyai kepentingan kepada negara, begitulah teori ini berbicara. Teori ini hanya memperhatikan pembagian beban pajak yang harus dipungut dari setiap penduduk yang ada pada negara. Pembagian beban ini harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas pemerintah, termasuk perlindungan atas jiwa orang-orang itu beserta harta bendanya. Oleh karena itu sudah menjadi selayaknya bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk menunaikan kewajibannya dibebankan kepada masyarakat dalam menjamin keamanan mereka semua.
Nilai Standart optimalisasi dalam teori ini adalah makin besar kepentingan penduduk kepada negara, maka makin besar pula perlindungan negara kepadanya. Hal tersebut dikarenakan apabila kepentingan itu guna memberikan yang terbaik dalam menjaga keamanan masyarakat, biaya yang dikeluarkan-pun menjadi lebih. Termasuk kepentingan dalam perlindungan juwa dan harta. Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan, maka semakin tinggi pula pajak yang dibayar.