Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Setiap organisasi bertanggung jawab untuk berusaha mengembangkan suatu perilaku organisasi yang mencerminkan kejujuran dan etika yang dikomunikasikan secara tertulis dan dapat dijadikan pegangan oleh seluruh pegawai. Kultur tersebut harus memiliki akar dan memiliki nilai-nilai luhur yang menjadi dasar bagi etika pengelolaan suatu organisasi atau suatu entitas. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang dibebankan (Robbins, 2003) . Kepuasan dalam bekerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh lingkungan baik fisik ataupun non fisik. Menurut Mangkunegara (2005) adanya uraian tugas, target kerja, otonomi, fasilitas dan komunikasi merupakan faktor-faktor lingkungan kerja organisasi yang mempengaruhi kinerja individu. Di dalam lingkungan keorganisasian dan ke anggotaan membentuk interaksi sosial dan terapeutik untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung, sedangkan Organisasi merupakan suatu kumpulan manusia yang tersusun secara terstruktur dalam lembaga.Lingkungan yang kuat dapat meningkatkan pengaruh kinerja organisasi dengan cara secara umum semua riset mengklaim hal ini memfasilitasi konsistensi perilaku internal. lingkungan organisasi merupakan faktor yang penting dalam kinerja organisasi. Berkembang dan tidak berkembangnya suatu organisasi tergantung dari lingkungan organisasi itu sendiri berada. Hal tersebut juga terkait bagaimana hubungan antara sesama organisasi lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Lingkungan Organisasi ??
1.3 Tujuan
Menjelaskan pemahaman tentang lingkungan dalam organisasi serta pengaruhnya dalam organisasi
Bab II
Pembahasan
Lingkungan organisasi merupakan hubungan antara semua elemen di dalam maupun di luar organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan dalam suatu organisasi. Terdapat dua jenis klasifikasi lingkungan yakni lingkungan Khusus (specific Environment) dan Lingkungan Umum (general Environment)
A. Lingkungan Khusus / Langsung (Specific Environment)
Lingkungan Khusus ini akan mempengaruhi operasional organisasi secara langsung. Lingkungan ini disebut juga stakeholder. Ada 2 macam Lingkungan Langsung, yaitu :
Lingkungan Khusus ini akan mempengaruhi operasional organisasi secara langsung. Lingkungan ini disebut juga stakeholder. Ada 2 macam Lingkungan Langsung, yaitu :
1. Lingkungan langsung eksternal Lingkungan langsung eksternal merupakan pihak-pihak yang mempengaruhi nasib organisasi secara langsung, dan berada di luar organisasi. Pihak-pihak tersebut antara lain :
a. Konsumen , yaitu pihak yang membutuhkan output dari organisasi. Konsumen mempengaruhi organisasi secara langsung karena mereka yang akan membeli dan memakai produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu organisasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi melalui pengamatan yang reaktif dan proaktif dalam mencermati segala keinginan dan kebutuhan pelanggan. Pengamatan reaktif adalah memusatkan perhatian pada kecenderungan dan masalah pelanggan setelah kejadian, misalnya mendengarkan keluhan pelanggan. Pengamatan proaktif adalah memperkirakan kejadian, kecenderungan, dan masalah sebelum hal itu terjadi atau sebelum pelanggan mengeluh.
b. Pemasok, yaitu pihak-pihak yang memeberikan input bagi organisasi. Baik dalam bahan baku, sumber dana, sumber daya manusia, maupun informasi yang diperlukan organisasi.
c. Pesaing, yaitu perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan telah memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding para pesaing. Untuk itu perusahaan perlu melakukan suatu analisis bersaing yaitu, menentukan siapa pesaingnya,mengantisipasi pergerakan pesaing, serta mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan pesaing.
d. Pemerintah, berpengaruh langsung terhadap organisasi melelui penetapan hukum dan perundang-undangan
e. Lembaga keuangan, lembaga keuangan ini sangta dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatannya seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru, dan membeli peralatan baru, serta pembelanjaan operasi-operasinya.
f. Pihak-pihak lainnya seperti serikat pekerja atau asosiasi organisasi sejenis.
2. Lingkungan langsung internal Lingkungan langsung internal merupakan sebuah lingkungan didalam organisasi itu sendiri yang berada dalam organisasi tersebut.
a. Pekerja merupakan sumber daya organisasi. Jika karyawan dan organisasi atau manajer mempunyai tujuan yang sama maka organisasi akan berjalan dengan efektif. Tetapi kondisi tersebut tidak mudah dijelaskan dan dilaksanakan. Akibatnya sering terjadi tarik menarik kekuatan antara keduanya. Contoh: Manajemen tidak membayar upah sesuai upah minimum.
b. Dewan Komisaris Komisaris ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemegang saham, biasa dijumpai pada perusahaan dengan bentuk PT. Tugas pokok komisaris adalah mengawasi manajemen, memastikan manajemen bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.
c. Pemegang Saham Pemegang saham memberikan modal ke perusahaan dalam bentuk penyertaan. Dengan demikian mereka memiliki peusahaan dan mempunyai hak dan kewajiban. Hak mereka antara lain berbagi (share) keuntungan. Kewajiban mereka antara lain menanggung resiko perusahaan.
d. Jaringan Stakeholder Pihak-pihak yang telah disebutkan, yang menentukan nasib perusahaan (stakeholders), membentuk jaringan antar stakeholder dan dengan organisasi. Contoh, pemegang saham menunjuk dewan komisaris, kemudian dewan komisaris mengawasi kerja manajemen dan prestasi organisasi. Stakeholder juga berperan ganda. Karyawan organisasi akan menjadi stakeholder sebagai karyawan dan juga sebagai stakeholder konsumen.
B. Lingkungan Umum / tidak langsung (General Environment)
Lingkungan umum organisasi meliputi semua kondisi dasar yang ada di luar organisasi, walaupun tidak mempengaruhi organisasi secara langsung, lingkungan ini harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Yang termasuk lingkungan khusus:
Lingkungan umum organisasi meliputi semua kondisi dasar yang ada di luar organisasi, walaupun tidak mempengaruhi organisasi secara langsung, lingkungan ini harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Yang termasuk lingkungan khusus:
1) Variabel Ekonomi Jika suatu perekonomian mengalami resesi, organisasi akan semakin sulit bergerak. Manajer dapat melihat indikator-indikator ekonomi untuk melihat kondisi ekonomi yang ada, diantaranya: tingkat inflasi, tingkat pengangguran, jumlah uang beredar, kurs rupiah terhadap uang asing, tingkat bunga, RAPBN, dan devisa negara.
2) Kondisi sosial-budaya, misalnya:
· Demografi menyangkut struktur kependudukan di lingkungan organisasi berada. Perubahan demografi akan menyebabkan kesempatan sekaligus ancaman bagi organisasi tergantung bagaimana organisasi mengantisipasi perubahan tersebut. Misalnya, perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gelombang organisasi ini menimbulkan bisnis tertentu.
· Gaya hidup, merupakan manifestasi keluar yang nampak dari sikap dan nilai seseorang. Gaya hidup suatu masyarakat akan berubah-ubah. Contoh, dengan semakin banyaknya pasangan rumah tangga yang bekerja semua, memunculkan kesempatan penitipan bayi/anak kecil, makanan siap saji (instant).
· Nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat, Di setiap negara mempunyai nilai yang berbeda beda. Masyarakat bisnis yang sukses di Amerika adalah yang mempunyai daya saing individual yang tinggi, di Indonesia adalah mengandalkan pada jaringan kerjasama bisnis yang berati membutuhkan ketrampilan sosial yang tinggi dan kurang menonjolkan gaya kompetisi, dan di Jepang lebih menonjolkan kerjasama.
3) Variabel Teknologi Perubahan teknologi akan merubah cara kerja organisasi, dan juga memunculkan stakeholder baru. Perubahan yang diakibatkan oleh teknologi lebih tenang dibandingkan dengan perubahan yang terjadi oleh revolusi politik.
4) Politik dan Hukum Banyak peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi organisasi dihasilkan melalui proses politik. Politik Internasional juga akan mempengaruhi kegiatan suatu organisasi. Karena itu perubahan politik di negara partner perdagangan utama harus diperhatikan oleh manajer.
5) Dimensi Internasional Dimensi internasional menjadi semakin penting di era globalisasi. Perekonomian negara-negara di dunia menjadi semakin terbuka. Perusahaan dengan logika global akan mencari sumberdaya dimana saja di dunia dengan tujuan mengopimalkan penggunaan sumberdaya. Perusahaan mencari modal di eropa karena labih murah, mendirikan pabrik di Indonesia karena tenaga kerja murah, menjual produknya di AS karena pasar yang besar. Persaingan produk impor jelas akan mempengaruhi podusen lokal.
6) Pesaing Pertumbuhan para pesaing yang semakin merajalela dapat menimbulkan ancaman dan tantangan sehingga perusahaan mampu memunculkan peluang bagi perusahaan atau organisasi yang ada.
7) Peraturan Pemerintah Pemerintah dapat mempengaruhi organisasi atau perusahaan melalui kebijakan-kebijakannya.
Terdapat kompleksitas dan ketidakmungkinan untuk diprediksi. Kompleksitas yang mengacu kepada kekuatan yang mempengaruhi organisasi misalnya jumlah kompetitor. Ketidakmungkinan diprediksi adalah tingkat ketidakpastian kekuatan yang dapat mempengaruhi organisasi. Terdapat empat tipe lingkungan yakni lingkungan tenang, lingkungan bervariasi, lingkungan badai lokal dan lingkungan bergolak. Dilihat dari sifat lingkungannya, organisasi harus membaca dengan cepat kondisi lingkungan, bekerjasama untuk mengendalikan lingkungan, merespon dan menyiapkan diri mengahadapi lingkungan melalui pendidikan dan latihan serta organisasi bersedia membuka diri.
Alasan mengapa kita menganalisis lingkungan yaitu untuk mengetahui dan meramalkan apa yang terjadi besok, menyadari dan mengantisipasi resiko dari tindakan yang dilakukan organisasi, untuk menganalisis faktor politik, sosial, ekonomi dan faktor lainnya. Serta untuk mengatasi keadaan dengan lingkungan.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Lingkungan organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor secara langsung maupun tidak langsung, yakni
A. Kekuatan Lingkungan Tidak Langsung
a) Keuatan Ekonomi
b) Kekuatan Sosial Dan Budaya
c) Kekuatan Politik / Hukum
d) Kekuatan Teknologi
e) Kekuatan Internasional
B. Kekuatan Lingkungan Langsung
a) Pelanggan
b) Pemasok
c) Pasar tenaga kerja
d) Pesaing
e) Pemerintah
f) Lembaga Keuangan
g) Pihak-pihak lainnya seperti serikat pekerja atau asosiasi organisasi sejenis.
No comments:
Post a Comment